Kereta Bandara Masih Sepi Penumpang, Soal Hargakah?

Jakarta, airmagz.com – Setelah lebih dari setengah tahun keberadaannya, kereta Bandara Soekarno-Hatta masih belum bisa mendapat tempat di hati masyarakat untuk jadi pilihan pertama moda transportasi menuju Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Hingga saat ini, angkutan massal berbasis rel tersebut masih memiliki tingkat isian atau okupansi penumpang yang cukup rendah. Kereta Bandara Soekarno-Hatta diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada awal tahun ini, tetapi hingga menginjak minggu kedua bulan September sayangnya moda transportasi massal ini masih belum banyak peminat.

Pantauan Kompas.com pada Jumat (14/9/2018) pukul 13.00 WIB yang menaiki kereta bandara dari Stasiun BNI City menuju Stasiun Bandara Soekarno-Hatta cukup sepi penumpang. Bahkan jika dihitung, hanya berkisar maksimal 100 orang sekali jalan.

Petugas bagian tiket di Stasiun Bandara Soekarno-Hatta yakni Nadya (25) dan Ilham (26) mengaku penumpang yang naik KA Bandara tersebut terkadang ramai, namun tak jarang juga sepi. Misalnya, ketika hari Jumat penumpang cukup ramai.

Namun hari lain yang tidak seramai hari Jumat. Humas PT Railink Diah Suryandar mengatakan, okupansi penumpang kereta bandara saat ini masih di kisaran 30-35 persen dari total kapasitas penumpang yang bisa diangkut kereta bandara.

“Kita sudah berjalan saat ini 8 bulan untuk okupansinya ada dikisaran 30-35 persen. Lumayan kenaikannya, sehari sudah bisa 2.600-2.700 penumpang,” ujar Diah saat dihubungi Kompas.com.

Mengenai fluktuasi penumpang berdasar waktu tertentu tersebut, Diah mengaminkan. Dia menjelaskan bahwa ada kalanya kereta bandara ramai, tapi ada jam-jam dan hari tertentu pula kereta bandara sepi. “Sebenarnya gini, kalau lihat dari histori penumpang kereta bandara memang ada jam-jam tertentu dan ada hari-hari terntentu kereta bandara sepi. Justru kalau Sabtu-Minggu itu malah sepi, Jumat yang malah ramai bahkan bisa sampai 4.000 penumpang,” ucap Diah.

Diah mengungkapkan, jika weekend atau hari Sabtu-Minggu hanya mencapai 2.000 penumpang per hari. Berbeda lagi untuk masalah jam, jika siang memang akan minim penumpang. Namun, menjelang sore ke malam biasanya terjadi peningkatan. Terlebih lagi, Railink memberi diskon 50 persen kepada karyawan perusahaan induk yakni Angkasa Pura II maupun KAI yang menaiki kereta bandara.

“Kalau jam-jam tertentu biasanya pas pulang-kerja, sore ke malam itu ramai. Memang kalau siang terlihat sepi,” tutur Diah.

Karena masih sepi peminat, kereta bandara saat ini belum jadi moda transportasi utama pilihan masyarakat ketika menuju ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Apakah masalah harga masih menjadi faktor sepi nya peminta Kereta Bandara tersebut? (IMN/Kompas.com)

 

Share :
You might also like