Proyek Kereta Bandara NYIA Dilirik Republik Ceko

Jakarta, airmagz.com – Gubernur DIY Sri Sultan HB X mendorong adanya kerjasama antara PT KAI dengan pemerintah Republik Ceko. Teknologi perkeretapian Republik Ceko yang cukup maju bagi Sultan merupakan sebuah peluang untuk memajukan industri kereta api di tanah air.

Usai bertemu dengan Presiden Senat Parlemen Republik Ceko, Milan Stech dan juga Duta Besar Republik Ceko untuk Indonesia Ivan Hotec di kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (19/9), Sultan mengungkapkan jika pemerintah Republik Ceko ingin berinvestasi di Indonesia khususnya Yogyakarta. Ia lantas mempertemukan pemerintah Republik Ceko dengan jajaran direksi PT KAI dalam kesempatan tersebut.

Menurut Sultan, peluang investasi dalam industri perkeretaapian di Indonesia cukup besar. Khusus di Yogyakarta, peluang kerjasama perkeretaapian tersebut terbuka dalam pembangunan jalur kereta api bandara baru, New Yogyakarta International Airport (NYIA). Di samping juga jalur-jalur komuter lain yang rencananya akan dibangun di Yogyakarta.

“Bisa juga Republik Ceko kerjasama dengan PT KAI membangun jalur kereta Bandara baru hingga Tugu Yogyakarta. Atau dari Tugu Yogyakarta hingga ke Borobudur yang akan dibangun di sisi jalan tol,”ujarnya.

Selain kerjasama pembangunan jalur kereta di Yogyakarta, tambah Sultan, kerjasama produk lain juga dimungkinkan masih terbuka untuk membantu industri perkeretapian di tanah air. Karena rencana pengembangan jaringan kereta api di tanah air kini tengah dilakukan. Pembangunan jaringan kereta api di Sumatera, Kalimantan hingga Sulawesi membutuhkan investasi yang tidak sedikit.

Assisten Perekonomian Dan Pembangunan Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Budi Wibowo menambahkan, Republik Ceko dikenal memiliki kemampuan cukup maju dalam industri perkeretapian termasuk di dalamnya industri gerbong. Hal tersebut direspon dengan baik oleh Sultan dengan menawarkan kerjasama.

“Sebagaj uji coba awal adalah pembangunan jalur kereta api dari Bandara baru di Kulon Progo ke Stasiun Tugu Yogyakarta,”tambahnya.

Pembangunan jalur kereta api dari Yogyakarta ke Bandara baru perannya sangat vital. Karena selain untuk memperlancar mobilitas penumpang, jalur tersebut nantinya juga akan dimanfaatkan untuk mengangkut pasir besi hasil eksploitasi dari PT JMI di Kulon Progo. Jalur kereta api lebih memiliki nilai plus ketimbang dengan angkutan truk.

Menurut Budi, tawaran kerjasama pembangunan jalur rel kereta bandara baru direspom positif oleh pihak Republik Ceko. Dan dalam waktu dekat, pihak Republik Ceko akan segera mengirimkam tenaga ahli untuk melakukan pengecekan di lapangan.

“Kami berharap agar jalur kereta bandara baru ini segera terealisasi,”ujarnya.

Selain itu, PT KAI adalah sebuah industri kereta api, dan itu bisa dikerjasamakan dengan pihak Republik Ceko. Pembangunan rel, pemasangan balok rel dan beberapa unsur jalur kereta api sebenarnya sudah ada di negara ini. Potensi berkembangnya industri kereta api di tanah air bisa dimaksimalkan.

“Pusat-pusat kelapa sawit, batu bara di tanah air sangat membutuhkan kereta api untuk mengangkut hasil panenannya,”tambahnya. (IMN/Kumparan.com)

Share :
You might also like