Rencana Mogok Massal Karyawan RyanAir, 30.000 Penumpang Bakal Terdampak

Jakarta, airmagz.com – Sekitar 30.000 penumpang Ryanair akan terdampak aksi mogok massal karyawan maskapai tersebut pada Jumat (28/9/2018) di enam negara di Eropa. BBC mewartakan pada Selasa (25/9/2018), manajemen Ryanair terpaksa membatalkan 190 jadwal penerbangan atau sekitar 8 persen dari 2.400 jadwal penerbangan.

Aksi mogok kerja serikat pekerja Ryanair akan berlangsung di Spanyol, Belgia, Belanda, Portugal, Italia, dan Jerman.

Sejauh ini, manajemen perusahaan berbasis di Irlandia itu telah menginformasikan pembatalan penerbangan kepada penumpang melalui pesan teks dan e-mail. Kepala marketing Ryanair Kenny Jacobs menyampaikan permintaan maaf dengan mengklaim telah melakukan berbagai hal untuk menghindari aksi mogok kerja.

“Kami berharap serikat pekerja akan memandang ini dengan akal sehat dan bekerja bersama kami untuk menyelesaikan perjanjian demi kepentingan pilot dan awak kabin,” katanya, seperti dikutip dari Deutsche Welle.

Karyawan dari negara selain Irlandia tidak senang dengan kebijakan Ryanair yang telah mempekerjakan mereka di bawah undang-undang Irlandia. Kebijakan tersebut memblokir akses mereka terhadap perolehan tunjangan seperti yang diatur pada aturan negara asal mereka.

Mereka bahkan dipaksa menerima gaji melalui rekening bank Irlandia sehingga mempengaruhi kredibilitas pengajuan utang di negara masing-masing. Manajemen Ryanair telah sepakat untuk memindahkan kontrak kerja dan perpajakan sesuai dengan negara karyawan secepat mungkin hingga tahun depan.

Perusahaan mengklaim telah menandatangani kerja sama dengan tiga serikat pekerja awak kabin di Italia untuk menyediakan kontrak kerja karyawan di bawah peraturan Italia.

Selain itu, kemajuan berarti dalam beberapa pekan terakhir diperoleh terkait negosiasi serikat pekerja di beberapa negara. Dua pekan lalu, serikat pilot di Belgia, Belanda, Spanyol, Portugal, dan Jerman juga mengundang manajemen Ryanair untuk mencapai kesepakatan kontrak kerja. (IMN/Kompas.com)

Share :
You might also like