Bandara Palu Padat, Kemenhub Minta Bantuan TNI-Polri

Jakarta, airmagz.com – Kondisi Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Palu, semakin padat selang dua hari pasca gempa. Melihat hal itu, Kementerian Perhubungan meminta bantuan TNI-Polri agar turut menertibkan dan mengamankan bandara.

Tidak sedikit masyarakat yang berbondong-bondong menuju ke bandara. Kebanyakan dari mereka ingin meninggalkan Palu dengan menumpang pesawat hercules milik TNI

“Dari kemarin saya sudah koordinasikan, bahkan Dirjen saya masih di sana untuk memastikan mengurangi orang-orang di bandara,” kata Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi.

Ia meminta agar jumlah orang di bandara dikurangi. Hal itu karena kapasitas penerbangan dari angkatan udara dan komersial yang terbatas.

“Karena kapasitas penerbangan dari angkatan udara dan komersil ini kan relatif sedikit, maka kami minta orang-orang yang ke line site itu dibatasi,” katanya.

Menhub juga berkoordinasi dengan TNI-Polri dan meminta bantuan keamanan. Ia menilai kerja sama tersebut untuk memperlancar penyaluran bantuan.

“Saya sudah menugaskan Pelindo IV, ASDP, KSOP Pantoloan untuk bekerja sama dengan Polri dan TNI untuk melakukan pengamanan di sana. Dengan adanya kepastian keamanan itu barang-barang itu gampang datang,” kata Budi Karya.

Ia mengungkapkan bahwa bandara Mutiara sudah mulai dibuka untuk penerbangan komersil. Menurutnya terdapat 12 penerbangan dari berbagai maskapai yang akan beroperasi.

“Saya catat mungkin 12 penerbangan yang ada di sana, ada Lion, Sriwijaya, Garuda, dan Wings, yang akan berjalan,” katanya. (IY)

Share :
You might also like