MRO Belum Maksimal, BP Batam Butuh Investor

Jakarta, airmagz.com – Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat dari 1.762 hektare lahan yang ada di kawasan Bandara Hang Nadim Batam, baru sekitar 35 persen atau sekitar 616 hektare di antaranya yang termanfaatkan dengan baik.

Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo menyampaikan, pihaknya saat ini tengah mendorong lahan yang belum termanfaatkan di Bandara Hang Nadim itu bisa dipakai sebagai industri perawatan pesawat.

“Kami berharap investor bisa menanamkan investasinya Rp 1-4 triliun di Batam, kami ingin menjadikan Batam sebagai industri perawatan pesawat,” ujarnya kepada kumparan, Selasa (9/10).

Dia pun mengungkapkan, salah satu cara untuk menarik investor untuk menanamkan dananya di Bandara Hang Nadim yakni dengan memasang tarif murah, yakni sebesar Rp 300 ribu per meter persegi selama 25 tahun.

“Tujuan kami bukan untuk menyewakan lahan sebenarnya, tapi untuk menarik investasi karena biaya sewa lahan di Batam murah. Investasi industri,” ucap Lukita.
Dia menambahkan, Lion Air saat ini telah menyewa lahan seluas 24 hektare di Bandara Hang Nadim selama 25 tahun. Lahan tersebut dipakai untuk lokasi industri perawatan pesawat milik maskapai berlogo singa itu.

“Ada beberapa perusahaan lain yang ingin menyewa lahan di Bandara Batam. Pembayaran biaya sewa ini sekaligus di muka,” paparnya. (IMN/Kumparan.com)

Share :
You might also like