Sindir Pertemuan IMF-WB Lewat Pameran Seni

Jakarta, airmagz.com – Annual Meeting IMF-World Bank di Bali mendapat kritikan tajam dari masyarakat. Salah satunya datang dari beberapa organisasi di Bali yang menggelar pameran seni, Kamis (11/10).

Pameran digelar organisasi gerakan, Pro Demokrasi (ProDem) Bali bekerjasama dengan Gerak Lawan di Jatijagad Kampung Puisi, Renon, Denpasar.

Pameran ini berlangsung antara tanggal 10 hingga 14 Oktober 2018 mendatang. Puluhan karya ditampilkan oleh sejumlah seniman Bali dalam acara yang bertajuk #WorldBeyondBanks, Another World Is Possible.

Seperti kartun dari Gus Dark, poster aksi dari Alit Ambara (Nobodycorp), komik panel dari Mang Gen (komunitas djamur) dan mural dari komunitas pojok.

“Pameran ini adalah rangkaian dari gerakan untuk mengkritisi gelaran IMF-WB,” ujar Ketua ProDem Bali, I Nyoman Mardika.

Dalam kartun dan poster yang ditampilkan, bercerita tentang beragam persoalan yang terjadi di Indonesia.

Seperti reklamasi Teluk Benoa dan Jakarta, kasus tambang emas di Tumpang Pitu, Banyuwangi, PLTU Celukan Bawang dengan batubara, Kendeng dan masih banyak lagi karya yang berkaitan dengan kerusakan lingkungan.

“Kami sikapi ini karena diam bukanlah emas. IMF–WB memang layak untuk dikritisi. Sebab, pertemuan lembaga ini tidak sepenuhnya bermanfaat dan berdampak positif untuk masyarakat Bali dan Indonesia, bahkan dominan berdampak negatif,” terangnya.

Selain karya seniman Bali, juga ada dari seni instalasi kolaborasi dari seniman luar negeri yang mengatasnamakan dirinya The Artivist Network Combining Art and Activism, yakni Amalen (Malaysia), Angus (South Africa), dan Eline (Holland).

Sesuai jadwal, pameran di Jatijagad Kampung Puisi ini pun di buka untuk umum dari tanggal 10 hingga 14 Oktober 2018 mendatang.

Tak hanya pameran, beragam diskusi dan pertunjukan seni dan musik pun rencananya akan digelar untuk mengkritisi pagelaran IMF-WB tersebut. (IY/Radarbali.com)

Share :
You might also like