Bahas Bandara Kediri, Menko Luhut Rapat Bareng Menhub

Jakarta, airmagz.com – Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan melakukan rapat koordinasi (rakor) terkait pengembangan Bandara Kediri, Jawa Timur. Rapat dipimpin langsung oleh Luhut di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (19/10).

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, yang turut didampingi oleh Plt Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Pramintohadi hadir pada rapat tersebut. Selain itu, hadir pula Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, dan Presiden Direktur PT Gudang Garam Tbk (GGRM) Susilo Wonowidjojo.

Usai rapat, Menhub menjelaskan materi rapat seputar persiapan pembangunan Bandara Kediri yaitu rencana umum tata ruang (RUTR) hingga izin lahan.

“Belum bangun, (yang dibahas dalam rapat) baru persiapan perizinan. Kan mesti ada RUTR, RTRW, harus ada juga land use,” ujar Budi Karya melansir Detik.

Urusan perizinan akan diselesaikan dalam waktu 2 minggu hingga 1 bulan ke depan. Setelah itu baru ditetapkan pemrakarsa yang akan bertanggung jawab atas proyek tersebut. Selain itu, setelah izin selesai akan dilakukan juga penetapan lokasi.

“Setelah (perizinan selesai) itu ya, bersamaan nanti kita proses penetapan pemrakarsa dan penetapan lokasi,” tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT Gudang Garam Tbk (GGRM) akan membangun bandara di Kediri, Jawa Timur. Bandara itu akan memiliki luas sekitar 457 ha.

Meski belum proses konstruksi namun proses pembebasan lahan sudah dilakukan. Menurut data terakhir GGRM baru memiliki 250 ha dari total lahan tersebut.  

“Kita masih proses pembebasan lahan sejauh ini,” kata Direktur GGRM Istata T. Siddharta.

Istata mengungkapkan, hingga saat ini perusahaan sudah menghabiskan dana untuk pembangunan bandara tersebut sekitar Rp 1 triliun. “Hingga hari ini belum terlalu banyak, baru sekitar Rp 1 triliun,” katanya. (IY/Detik.com)

Share :
You might also like