Sriwijaya Air Tunda Penerbangan ke Jeddah Hingga 2017

Jakarta, Airmagz.com- Maskapai Sriwijaya Air menunda rencana penerbangan Jakarta – Jeddah hingga Febuari 2017. Hal itu disampaikan Presiden dan CEO Sriwijaya Air Group Chandra Lie saat diskusi di Kantor Pusat Sriwijaya, Tangerang, Rabu (10/11).

“Awalnya kita berencana penerbangan umrah ini Desember 2016, namun kita masih menunggu pesawatnya yang baru datang 2017,” katanya.

Chandra mengatakan,  Sriwijaya Air telah memesan dua pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 777-300 ER yang akan diterbangkan delapan kali seminggu dengan rincian empat dari daerah dan empat dari daerah lain, seperti Medan, Surabaya dan Makassar.

Rencananya, lanjut dia, pesawat dengan jangkauan terbang mencapai jarak 13.650 kilometer tersebut akan melintasi dari Jakarta-Medan-Dakka-Jeddah.

Perihal penerbangan ke Jeddah tersebut, Chandra mengatakan apabila perusahaannya berhasil menawarkan saham perdana pada 2017, 25 persen saham akan ditawarkan untuk dimiliki publik dalam rangka memperlancar arus kas dan ketersediaan dana segar.

Selain itu, Chandra mengatakan dari hasil IPO tersebut akan dipergunakan untuk pembelian 15 pesawat berbadan sedang (narrow body) Boeing 737-800 dan dua pesawat berbadan lebar (widebody) Boeing 777-300ER yang akan dipergunakan untuk umrah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Komersial Sriwijaya Air Toto Nursatyo mengatakan potensi keterisian penumpang (load factor) untuk rute Jeddah yaitu diharapkan 85 persen.

“Kita juga ingin pasang harga terlalu tinggi, yaitu sekitar 800-900 dolar AS PP,” katanya.

Dalam rute Asia Pasifik, dia menambahkan, rute lain yang potensial yaitu rute dari kota-kota Tiongkok daratan menuju Denpasar, Medan, Jakarta dan Manado. (Baca Juga: Polisi Australia Investigasi Kasus Pengatur Lalu Lintas Udara Palsu)

“2015 kita berhasil mendatangkan wisatawan Tiongkok sebanyak 500.000 penumpang, dan hingga akhir tahun ini diprediksi bisa mencapai satu juta penumpang,” katanya.

Penerbangan dari Tiongkok ke Denpasar sendiri dalam seharinya mengerahkan hingga empat pesawat. Terkait pertumbuhan penumpang, Toto mengatakan hingga akhir 2016 bisa mencapai 11 juta penumpang dari 10,2 juta penumpang di 2015.

Share :
You might also like