Bangun Framework Komunikasi Perusahaan

Menyukai aktivitas traveling tidak bisa tidak telah membuat Busyra Oryza selalu ingin dekat dengan dunia plesiran. Pengalaman travelnya yang paling berkesan ketika dirinya melakukan solo traveling ke benua yang baru. Baginya, bepergian ke tempat baru secara solo selalu menghadirkan cerita dan momen yang tidak terlupakan.

Saking cintanya terhadap dunia jalan-jalan, pria kelahiran 15 Mei 1991 ini pun ingin menambah 10 sampai 15 checklist negara-negara baru yang akan ia kunjungi sebelum berusia 30 tahun. Keinginannya tersebut barangkali tidaklah amat sulit. Lebih lagi, sejak 2014 silam, ia telah bergabung bersama Traveloka. Sebuah perusahaan berbasis teknologi yang menyediakan produk perjalanan dan gaya hidup.

Di situ, Busyra banyak belajar mengenai industri teknologi dan internet. Kini, penyuka olahraga ekstrem Skateboarding ini pun dipercaya sebagai Public Relation Manager Traveloka.

Amanah ini sejurus dengan latarbelakang pendidikan Busyra yang mengenyam jenjang D3 Komunikasi dengan peminatan Hubungan Masyarakat di Universitas Indonesia. Dari sinilah, ia mengenal banyak praktisi PR. Menurutnya, dunia PR memiliki banyak tantangan dengan dinamika yang cepat. Apalagi di era digital dan disrupsi seperti sekarang ini.

Karenanya, seorang PR dituntut mampu beradaptasi dengan perubahan yang cepat dengan menggunakan pendekatan komunikasi yang relevan kepada audience.

“Satu yang paling membanggakan, ketika saya dapat membangun framework komunikasi yang akhirnya menjadi referensi dan guideline perusahaan,” tutup Busyra. (MD)

Busyra Oryza

(Public Relation Manager Traveloka)

Share :
You might also like