BPJS Cairkan Klaim Kepada Ahli Waris Korban Lion Air JT 610

Jakarta, airmagz.com – Delapan jenazah peserta program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan yang menjadi korban pesawat Lion Air JT-610 berhasil teridentifikasi. BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan klaim kepada ahli warisnya, di Menara Jamsostek, Jakarta, Senin (26/11/2016).

Santunan secara simbolis diserahkan secara bergantian oleh Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali, Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, Andri Yansah.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan Krishna Syarif mengatakan, delapan peserta tersebut ada di antara 125 korban yang berhasil diidentifikasi berdasarkan kantong jenazah diterima RS Polri Kramat Jati.

“Sebagai badan hukum pelayanan publik, kami ingin memberikan pelayanan dan kepastian atas hak peserta. Data resmi hasil identifikasi Mabes Polri menyebutkan delapan orang korban itu, bekerja di berbagai instansi BUMN maupun swasta,” ungkap Krishna dalam sambutannya.

Data ini tentunya belum final, lanjut Krishna, karena masih terdapat beberapa nama lagi yang belum berhasil diidentifikasi. “Untuk ini kami menunggu keterangan resmi pihak berwenang dalam menentukan nama yang resmi dinyatakan sebagai korban,” ungkapnya.

Korban dalam kecelakaan pesawat tersebut digolongkan kecelakaan kerja jika korban sedang berada dalam perjalanan dinas atau sedang melaksanakan pekerjaannya.

“Ada juga kemungkinan yang tidak tergolong dalam kecelakaan kerja atau tidak sedang dalam perjalanan dinas,” imbuhnya.

Tentunya kedua kategori ini memiliki hak yang berbeda, rinci dia, program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) memberikan perlindungan bagi pekerja dari risiko terjadinya kecelakaan saat bekerja atau bertugas.

“Jika terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan meninggal dunia, ahli waris berhak atas santunan sebesar 48 kali upah yang dilaporkan dan juga beasiswa untuk 1 orang anak pekerja peserta,” paparnya.

Namun untuk kejadian meninggal dunia di luar kecelakaan kerja, lanjut dia, ahli waris akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 24 juta.

“Jika kepesertaan telah mencapai 5 tahun, maka akan diberikan pula beasiswa untuk satu orang anak. Selain manfaat JKK dan JKM, saldo JHT (Jaminan Hari Tua) yang bersifat tabungan akan diberikan kepada ahli waris yang sah,” ujar Krishna.

Para ahli waris yang hadir dalam prosesi ini Zainal Abidin-ahli waris dari Indra Bayu Aji (PT. Harmoni Panca Utama), Iryun-ahli waris dari Tami Julian (PT Telekomunikasi Selular), Mardiyem Nur Rahmah-ahli waris dari Moedjiono (Asuransi Harta Aman Pratama).

Kemudian, RD Tris Tresnawati-ahli waris dari Rumadi Ramdhan (PT Wira Griya), Merdian Agustin-ahli waris dari Eka Suganda (PT. Primus Pratama), Tandina Sukarno Putri-ahli waris dari Permadi Anggrimulyo (PT. Jasa Raharja), Dermawan Riama Siregar-ahli waris dari Mangatur Sihombing (PT. Angkasa Pura II), Amir Syakban-ahli waris dari Fauzan Azima (KJPP Satria Iskandar Setiawan dan Rekan).

“Kami imbau kembali kepada masyarakat usia produktif untuk mendaftar dan mendapatkan perlindungan jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan karena risiko dapat hadir kapan saja dalam waktu yang tidak kita ketahui,” pungkas Krishna.

Pihaknya tetap terus memantau perkembangan terkini yang dikeluarkan pihak berwenang perihal data korban yang belum berhasil diidentifikasi. Data tersebut sebagai dasar untuk segera memutuskan pemberian santunan bagi ahli waris peserta BPJS Ketenagakerjaan. (IMN/Indopos.co.id)

Share :
You might also like