Butuh Rp 17 Miliar Untuk Pengembangan Bandara Tanjung Harapan

Jakarta, airmagz.com – Kaltara sebagai provinsi termuda, saat ini perlahan-lahan membenahi sektor perhubungan. Misal, Bandar udara (bandara), baik yang berada di ibu kota kabupaten maupun di perbatasan.

Saat ini yang terus digenjot proses pembangunannya yaitu Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, karena merupakan ibu kota Kaltara. Wajah baru terlihat untuk terminal bandara tersebut. Namun, masih terus dikembangkan pada sisi udara. Yakni, landasan pacu.

Maskapai yang melayani masyarakat Tanjung Selor masih sebatas ATR-72. Untuk mengembangkan bandara dibutuhkan suntikan dana, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN. Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara mengusulkan ke pemerintah pusat untuk tahun depan, pengembangan Bandara Tanjung Harapan sebesar Rp 17 miliar.

Diakui Kepala Dishub Kaltara Taupan Madjid, angka itu dinilai masih sangat kecil. Mengingat bandara yang ada saat ini, membutuhkan perluasan landasan pacu maupun untuk terminal keberangkatan.

“Anggaran Rp 17 miliar disiapkan untuk tahun depan dalam upaya pengembangan bandara di sini (Tanjung Selor). Tapi anggaran itu tidak cukup untuk membangun fisik,” ujar Taupan, kemarin (4/12).

Pasalnya, pengembangan bandara masih harus menyelesaikan pembebasan lahan. Terutama untuk pembangunan penambahan runway atau landasan pacu yang ada saat ini. Namun, kata dia, pihaknya masih berupaya melakukan langkah-langkah kongkret.

“Masih dipikirkan untuk dana pembebasan lahan. Apakah sharing anggaran atau provinsi harus gelontorkan dana,” ujarnya.

Makanya, Dishub akan membuat data kongkret dan matrik yang perlu dilakukan dahulu. Saat ini, masih proses penyusunan data perencanaan berkaitan soal lahan yang akan dibebaskan. Terpenting, pemilik tanah harus menandatangani karena perlu komitmen bersama agar masalah ini bisa selesai.

“Kita adakan percepatan pengembangan bandara, tergantung tim yang dilibatkan. Tapi bukan hanya Dishub saja,” ungkapnya.

Bahkan Bappenas, diakuinya menantang dan meminta laporan terkait pengembangan bandara. Apabila yang dibutuhkan sudah lengkap, maka Bappenas bisa menjanjikan gelontorkan anggaran melebihi Rp 17 miliar.

“Ini merupakan peluang bagi kita. Alokasi APBN Rp 17 miliar itu kita tak bisa berbuat apa-apa,” kata dia.

Sementara, alokasi anggaran yang besar diperuntukkan bagi bandara di Long Ampung, Malinau, sebesar Rp 80 miliar. Menurut Taupan, anggaran itu lebih besar dari pengembangan Bandara Tanjung Harapan. Sedangkan rute ke Long Ampung masih sedikit jika ingin mengembangkan bandara di wilayah perbatasan itu.

“Seharusnya alokasi anggaran sebesar Rp 80 miliar itu di sini (Bandara Tanjung Harapan), sehingga bisa tuntas persoalan lahan dan fisik pun sudah jadi,” ujarnya. (IMN/Prokal.co)

Share :
You might also like