Kalimantan Selatan Jadi Target Sekolah Pendidikan Penerbangan

Jakarta, airmagz.com – Lembaga pendidikan penerbangan di Kalsel dalam beberapa tahun terakhir terus menjamur. Meski membandrol biaya mahal, lembaga ini tetap dipilih karena disebut bisa menjanjikan pekerjaan di dunia penerbangan sesuai bidang pelatihan yang diikuti.

Ada beberapa program profesi yang ditawarkan oleh lembaga penerbangan, seperti pramugari, pramugara, ground staff, AVSEC (Aviation Security) dan marshaller atau petugas pemandu pesawat.

Seperti halnya, Banua Avia Education. Lembaga penerbangan beralamat di Jalan A Yani Km 29,5, Kompleks Benawa Indah, Banjarbaru ini setiap tahunnya menerima puluhan mahasiswa yang ingin bekerja di dunia penerbangan.

“Jumlah mahasiswa yang masuk dan lulus setiap tahunnya selalu di atas 30 orang. Yang sudah lulus sebagian besar langsung bekerja,” kata Staf Administrasi Umum Banua Avia Education, Ramadhan Adistya.

Bahkan, dia menyebut ada beberapa mahasiswa yang masih magang sudah direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang.

“Alumni dapat pekerjaan sendiri tanpa harus kami carikan. Karena, kami tidak pernah menjanjikan mereka bakal mendapatkan pekerjaan jika kuliah di sini,” ucapnya.

Info adanya lowongan pekerjaan sendiri biasanya diberitahu langsung oleh perusahaan atau bandara. Sebab, lembaga penerbangan bekerja sama dengan pihak bandara dalam hal penyediaan tenaga pengajar dan penempatan magang.

“Pelajaran yang berkaitan dengan bidang yang ada di bandara dan pesawat, langsung diajari oleh pihak bandara. Agar ilmu yang disampaikan bisa pas,” kata pria yang akrab disapa Ramadhan ini.

Ditanya berapa biaya pendidikan di Banua Avia Education. Dia mengungkapkan, untuk bidang setingkat ground staff dibandrol Rp19 juta dengan biaya pendaftaran Rp750 ribu. Sedangkan, jurusan pramugari biayanya Rp22 juta.

“Lama pendidikan biasanya tujuh bulan sampai satu tahun,” ungkapnya.

Sementara itu, Lembaga Pendidikan Penerbangan Tadika Puri beralamat di Jalan Kebun Karet, Banjarbaru memilih untuk merahasiakan biaya pelatihan di tempat mereka.

“Kami tidak bisa menyebutkannya. Mungkin mahal, karena kami harus menggaji karyawan bandara untuk menjadi dosen di sini,” ungkap Pimpinan Cabang Lembaga Pendidikan Penerbangan Tadika Puri, Khairil Wahi.

Dia menuturkan, pihaknya harus mendatangkan tenaga pendidik dari bandara langsung. Agar ilmu yang disampaikan sesuai dengan bidangnya. “Ada banyak karyawan bandara yang jadi dosen di sini. Tapi mereka ngajar ketika waktu luang saja,” ujarnya.

Mengenai jumlah mahasiswa yang diterima, dia menyebut setiap tahunnya mengalami peningkatan dan selalu di atas 40 orang. Lantaran, terbukti banyak yang langsung bekerja usai lulus dari pendidikan penerbangan.

“Di sini kuliahnya singkat, hanya enam bulan. Setelah itu kerja. Apalagi dengan adanya bandara baru nanti,” ujarnya.

Khairil juga mengaku jika pihaknya tak pernah menjanjikan pekerjaan kepada calon mahasiswa. Sebab, pekerjaan bisa datang sendiri tanpa dicari. “Dosen kita ‘kan banyak dari bandara. Jadi kalau ada lowongan mereka langsung memberitahu,” ucapnya.

Secara terpisah, Communication and Legal Section Head Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin Aditya Putra Patria menyampaikan bahwa tak ada kuota khusus bagi lulusan lembaga penerbangan dalam rekrutmen. Sebab, perekrutan dibuka secara nasional.

“Kami juga tidak ada kerja sama secara khusus dengan lembaga pendidikan penerbangan. Mungkin hanya pemagangan saja,” katanya.

Lalu bagaimana dengan karyawan yang menjadi dosen di lembaga pendidikan penerbangan? Dia memastikan mereka yang jadi dosen statusnya pensiunan. “Tidak ada karyawan jadi dosen, mungkin pensiunan Mas,” ujarnya.

Ditanya, berapa karyawan yang diperlukan jika bandara baru nanti dioperasionalkan. Dia mengaku belum mengetahuinya. Karena semua tergantung keperluan operasional nantinya. (IMN/prokal.co)

Share :
You might also like