Konflik Rusia-Ukraina, AS Kirim Pesawat Militer

Jakarta, airmagz.com – Amerika Serikat (AS) dan sekutunya menerbangkan pesawat militer ke Ukraina sebagai bentuk dukungan setelah Rusia menyerang kapal laut negara itu di Laut Hitam bulan lalu.

“Sebuah pesawat pengamat Angkatan Udara AS, OC-135, terbang melintasi Ukraina hari ini dengan pengamat AS, Kanada, Jerman, Prancis, Inggris, Rumania dan Ukraina,” kata juru bicara Pentagon Eric Pahon.

“Penerbangan ini dimaksudkan untuk menegaskan kembali komitmen AS terhadap Ukraina dan negara mitra lainnya,” menurut pernyataan militer AS seperti dikutip dari VOA, Jumat (7/12/2018).

Militer AS menambahkan bahwa serangan tidak beralasan Rusia terhadap kapal-kapal Ukraina di dekat Selat Kerch pada 25 November lalu adalah eskalasi berbahaya dalam pola aktivitas yang semakin provokatif dan mengancam.

Pahon mengatakan pesawat pengamat itu meninggalkan pangkalan dekat Washington pada 30 November dan terbang di wilayah udara Ukraina setelah berhenti di Jerman.

Direktorat Pengendalian Senjata dari Staf Umum Ukraina meminta penerbangan di bawah Perjanjian Langit Terbuka (Trety on Open Skies), yang memungkinkan penerbangan pengawasan udara tanpa senjata ke seluruh wilayah negara yang berpartisipasi.

“Perjanjian itu mendorong keterbukaan dan transparansi dalam kegiatan militer melalui timbal balik, penerbangan observasi tak bersenjata,” jelas Pahon.

Selat Kerch adalah satu-satunya bagian ke dan dari Laut Hitam dan Laut pedalaman Azov, yang dikuasai bersama Rusia dan Ukraina.

Penerbangan militer AS dilakukan sehari setelah CNN melaporkan Angkatan Laut AS juga bersiap untuk mengirimkan kapal perang ke Laut Hitam sebagai tanggapan atas tindakan Rusia terhadap Ukraina.

Pentagon dilaporkan telah meminta Departemen Luar Negeri untuk memberi tahu Turki bahwa mereka berencana mengirim kapal perang ke Laut Hitam. AS diharuskan memberi tahu Turki berdasarkan perjanjian yang mengatur pengiriman kapal militer dari Laut Tengah ke Laut Hitam. (IMN/SindoNews.com)

Share :
You might also like