Every Act of Kindness is Charity

Sebelum mendirikan yayasan Mandiri Hijau Lestari (MHL), Achmad Fauzi telah malang melintang dalam bisnis garmen. Selepas kuliah di Politeknik Gajah Tunggal, Tangerang ia mulai menjajal dunia garmen dengan bergabung ke perusahaan asal Belanda yang berkantor di Gatot Soebroto serta perusahaan asal Jepang dan beberapa perusahaan garmen lokal.

Pria kelahiran Jakarta, 13 Februari 1967, ini pernah membuat sebuah loncatan dengan bergabung ke Emotional Spiritual Quotient (ESQ) Leadership Training besutan Ary Ginanjar. Tapi, posisinya di sana masih tidak jauh dari urusan garmen, di bidang merchandise. Apa yang dicarinya dalam karier terpenuhi. Tapi, masih ada yang mengganjal di dalam hatinya.

Keresahan itu berangkat dari usia yang semakin bertambah dan tak sedikit dari perbincangan dengan kolega. Ia berkeyakinan bahwa hidup bukan soal sukses dan memiliki harta benda. Lebih jauh dari itu, sukses yang diraih haruslah tanpa batas.

“Kalau kita ingin berhasil, kita harus punya intelektual dan dilengkapi dengan karakter. Dengan dua itu kita bisa sukses dalam karier. Tapi, saya ingin lebih lengkap lagi dengan spiritual. Jadi, saya ingin sukses tanpa batas, sampai akhirat,” katanya.

Ia kemudian menekuni dunia training dan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan mendirikan yayasan Mandiri

Hijau Lestari pada April 2016. Di sanalah ia mencoba untuk mencari jalan keluar atas keresahan yang terus menggelayuti selama ini.

Melalui MHL, ia ingin tidak hanya membantu banyak orang, tapi juga memberikan apa yang mereka butuhkan untuk bisa mencapai kesuksesan. Bantuan tersebut berupa pelatihan, pendampingan, hingga ke tahap proses selanjutnya yakni mandiri.

“Lima hal yang menjadi fokus MHL selama ini adalah kemanusiaan dan lingkungan, pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, dan terakhir komunitas. MHL mengacu pada Sustainable Development Goals, yaitu serangkaian program yang menjadi standar acuan atau tujuan yang digunakan di banyak negara, dengan tujuan kemaslahatan manusia dan bumi,” kata Fauzi yang suka travelling ke gunung.

Di sektor kemanusiaan dan lingkungan, MHL pernah menggelar penanaman bibit pohon bakau di Pantai Indah Kapuk. Selain itu juga pernah berkunjung ke Baubau, Sulawesi Tenggara, dalam rangka memberikan pelatihan pendidikan. Dalam upaya untuk pemberdayaan ekonomi, MHL melakukan training di daerah Tangerang dan Bogor.

Sosok ibu memberikan pengaruh besar terhadap lelaki berzodiak Aquarius tersebut. Sayangnya, sang ibu wafat di saat ia belum berumah tangga. Hal itu membuatnya sedih karena tak bisa mengenalkan ibu kepada buah hatinya.

Rasa berhutang kepada orang tua ia bayar dengan cara membantu orang banyak melalui yayasan yang ia dirikan tersebut. MHL juga turut menggandeng perusahaan-perusahaan besar, baik dalam negeri maupun luar negeri untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat melalui CSR.

“Setiap kegiatan yang baik adalah amal. Bagi saya yang penting adalah amal. Maka, kegiatan saya harus ada unsur amal dengan berbuat baik kepada orang lain,” kata Fauzi yang saat ini turut terlibat di BES Busana, perusahaan garmen yang berdomisili di Margonda, Depok, Jawa Barat. (IY)

Achmad Fauzi

(Direktur Yayasan Mandiri Hijau Lestari)

Share :
You might also like