Butuh Empat Tahun untuk Pengembangan N219 Amfibi

Jakarta, airmagz.com – PT Dirgantara Indonesia bersama Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) butuh waktu cukup lama untuk mengembangkan pesawat N219 versi amfibi.

Hal itu disampaikan oleh Budi Sampurno selaku Project Manager Pesawat N219 Amfibi di Kantor Pusat Teknologi Penerbangan LAPAN Rumpin, Bogor, Kamis (20/12).

Budi mengungkapkan alasan lamanya proses pengembangan pesawat amfibi adalah teknologi float yang masih baru di Indonesia. Oleh karenanya, butuh waktu bagi tim untuk mempelajari lebih dulu.

“Jika kita menggunakan basic dari pesawat N219 untuk dijadikan versi amfibi, waktu tidak cukup dua tahun. Kalau soal improvement kita sudah mampu. Soal teknologi float dan konfigurasi inilah yang kita perlu belajar banyak,” ujarnya di sela acara Sosialisasi Hasil Feasibility Studi Pengembangan N219 Amfibi.

Menurutnya, pengembangan float sudah dilakukan dan berjalan selama dua tahun. Ia memprediksi proses pengembangan pesawat hingga menuju tahap tes terbang sekitar empat tahun.

“Pengembangan float sendiri sudah berjalan selama dua tahun. Satu tahun untuk desain konfigurasi dan satu tahun untuk tes. Karena ini yang pertama kali maka banyak hal yang perlu dipersiapkan. Pertama untuk training pilot harus ada, kedua flight simulator,” jelas Budi.

Selain PT DI, LAPAN juga menggandeng Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Balai Teknologi Hidrodinamika (BTH), dan Balai Besar Teknologi Aerodinamika, Aeroelastika dan Aeroakustika dengan (BBTA3) dalam melakukan pengujian model pesawat amfibi yang telah dirancang. Pengujian yang dilakukan berupa Wind Tunnel Test dan Hydrodynimic Test. (IY)

Share :
You might also like