Catatan Akhir Tahun Industri Penerbangan Nasional

Oleh : Marco Umbas

Pengamat Penerbangan

Musibah jatuhnya JT 610 telah menutup akhir tahun 2018 dengan duka cita yang mendalam. Apalagi dilanjutkan dengan kisruh antara Boeing dan Lion group yang cenderung saling menyalahkan didalam kasus JT 610. Sehingga membawa ketidak pastian Lion group dimasa mendatang, khususnya untuk mempertahankan posisinya sebagai market leader pasar domestik.

Pengambilan alihan operasi Sriwijaya oleh Garuda group telah memberikan pengaruh positive pada industri penerbangan nasional, terbukti dengan peningkatan harga saham Garuda group.

Lebih jauh langkah ini telah mengubah peta persaingan penerbangan nasional dimana Garuda group telah mengambil alih posisi market leader dipasar domestik dari Lion group. Selain itu telah mengubah peta persaingan di pasar domestik dimana hanya terdapat dua perusahaan penerbangan yang mendominasi yaitu Garuda group dan Lion group. Sedangkan Indonesia Airasia,dengan market share kurang 8% sehingga cenderung akan menjadi follower saja.

Apalagi mengingat kinerja Airasia yang cenderung terus terpuruk yang ditunjukan dengan harga sahamnya yang terus tertekan pada level 198. Lebih jauh Airasia X telah menutup operasi Jakarta-Narita menambah panjang daftar kerugian operasi Airasia group di Indonesia.
Dengan prediksi pertumbuhan ekonomi 5.2% pada tahun 2019 konsekwensinya bahwa pertumbuhan traffic domestic akan 2 digit di tahun 2019.

Kondisi ini berdasarkan pengalaman ditahun2 sebelumnya dimana pertumbuhan ekonomi akan memacu perjalanan orang dan kargo khususnya pada Provinsi2 dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Trend positive diatas akan didorong dengan trend penurunan harga fuel dan penguatan rupiah seperti yang terjadi pada akhir 2018, sehingga akan meningkatkan profitabilitas perusahaan penerbangan nasional.
Dengan selesainya pembangunan bandara baru tentunya akan meningkatkan jumlah spot dan slot di beberapa bandara. Kondisi tersebut akan membawa peningkatan traffic dari beberapa kota seperti Bandung dan Jogjakarta (April, 2019).

Namun demikian pembangunan infrastruktur jalan toll dan kereta api akan menjadi tantangan sendiri bagi industri penerbangan nasional karena akan menjadi substitusi transportasi khususnya didalam menghubungkan kota2 besar seperti Jakarta-Surabaya, Jakarta-Jogjakarta dan Jakarta-Semarang.

Dengan kejadian JT 610 telah mengubah preferensi penumpang dimana Safety dan Security telah menjadi prioritas utama bukan hanya sekedar harga murah!

Prospek 2019

Dengan trend pertumbuhan traffic yang dua digit dan peta persaingan baru, yang paling diuntungkan adalah Garuda group khususnya langkah akuisisi Sriwijya yang menjadikan Garuda sebagai market leader.
Sebagai market leader seyogianya dapat lebih mendominasi pasar yaitu dengan strategy Market Driving sehingga dapat memberikan keuntungan bagi Garuda group dan pada gilirannya menciptakan kondisi pasar yang lebih sehat.

Apalagi dengan kenyataan bahwa Lion group yang masih berjuang untuk memperoleh market confident sehingga penumpang dapat terbang kembali dengan Lion group. Hal demikian memberikan keuntungan untuk Garuda group seperti mendapat angin buritan untuk lebih mendominasi pasar domestik.

Sedangkan Indonesia Airasia tentunya dapat mengambil keuntungan khususnya dengan makin sehatnya industri penerbangan sehingga dapat profitable dan keluar dari lingkaran setan penurunan yield dan pendapatan. Akibat Cut Throat Competition yang terjadi pada beberapa tahun terakhir pada industri penerbangan nasional.

Didalam level yang lebih praktis Garuda group seyogianya menerapkan strategi yang jitu didalam menentukan brand yang bersaing dimasing2 rute sehingga tidak terjadi confusion terhadap target market masing2 brand.

Dipihak lain Lion group tentunya tidak akan berdiam diri dan akan menggunakan segala macam cara untuk mempertahankan market sharenya. Khususnya pada low end segment yang sangat sensitive terhadap harga dan cenderung tidak mempunyai loyalitas akan brand tertentu.

Tentunya peran perusahaan digital yang telah mengambil peran distribusi perusahaan penerbangan harus disingkapi secara cermat, agar perusahaan penerbangan tetap tampil dominan untuk menentukan masa depannya. Seperti yang dilakukan oleh Blue Bird yang telah bekerja sama dengan GOJEK tetapi tetap mempunyai MY BLUE BIRD untuk terus mendominasi pasar taxi di Indonesia.

Seperti yang dikatakan Robert Kiyosaki bahwa Innovation is key. Only those who have the agility to change with the market and innovate quickly will survive.

Selamat Natal dan Galungan 2018 serta Tahun Baru 2019.

Share :
You might also like