Presiden Rencanakan Bangun 300 Tower Rusun pada 2019

Jakarta, airmagz.com – Presiden Jokowi akan bangun 300 tower rusun pada tahun 2019. Hal itu ia tegaskan disela-sela peresmian tiga Rumah Susun (Rusun) sekaligus dan Jembatan Ngujang, di Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur, Jumat (4/1).

“Sebanyak 45 ada di Jawa Timur dan termasuk provinsi yang paling banyak akan dibangun rusun, karena di sini  betul-betul dimanfaatkan dan sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Fasilitas rusun, lanjut presiden, diperlukan untuk mahasiswa sebagai bagian dari program pengembangan SDM. Oleh karenanya, pada tahun 2018 lalu, pemerintah telah membangun sekitar 100 unit rusun atau sekitar 30 persen dari total 275 tower rusun yang dibangun, diperuntukan khusus bagi mahasiswa dan ponpes.

Selain menyediakan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan TNI/Polri, dibangunnya rusun khusus mahasiswa dan ponpes (santri) merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan.

Sebelumnya, tiga Rumah Susun (Rusun) di Kabupaten Tulungagung diresmikan sekaligus oleh Presiden Jokowi. Dari ketiga tower tersebut, dua di antaranya merupakan tower khusus untuk mahasiswa IAIN dan STKIP PGRI Tulungagung. Adapun satu tower lainnya merupakan rusunawa bagi MBR di Kelurahan Jepun.

Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Khalawi AH, mengatakan, rusun telah dilengkapi fasilitas listrik, air, kamar mandi luar dan meubel air seperti tempat tidur bertingkat, lemari dan meja belajar. Kedua rusun mahasiswa tersebut memiliki tipe 24 setinggi 3 lantai, dengan jumlah masing-masing sebanyak 37 unit yang dapat menampung 144 mahasiswa. Desainnya pun dibuat terlihat dinamis agar sesuai dengan jiwa millennial.

Dalam peresmian rusun yang menelan anggaran sebesar Rp 9,47 miliar (IAIN Tulungagung) dan Rp 8,35 miliar (STKIP) pada tahun anggaran 2018 tersebut, beberapa pejabat hadir mendapingi presiden. Di antaranya yaitu Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Plt Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Ketua STKIP PGRI Tulungagung Imam Sujono, dan Rektor IAIN Tulungagung Maftukhin. (AH)

Share :
You might also like