Punya Drone? Wajib Tahu Ini

Jakarta, airmagz.com – Di era digital yang semakin berkembang, sosial media bagaikan secondary home yang menjadi tempat mengadu dan berkeluh kesah, sekaligus tempat netizen mencari ketenangan atau sekedar sharing the moment.

Nah, terkait sharing the moment, saat ini teknologi drone sangat diminati karena manfaatnya dalam membantu pengguna mendapatkan hasil jepretan yang menarik. Namun, teknologi tetap harus disikapi denga bijak; tak terkecuali dalam memanfaatkan drone. Dikutip dari laman Angkasa Avipedia, inilah lima hal yang patut ditaati dalam menyikapi teknologi drone.

Pertama, mendaftarkan drone. Sebagai kegiatan yang masuk dalam kategori aero sport atau aero modeling tersebut, drone harus terlebih dahulu didaftarkan ke FASI (Federasi Aero Sport Indonesia). Selain itu, fungsinya yang cukup banyak juga mendorong FASI untuk membuka kelas sertifikasi pilot drone dengan berbagai varian materi, mulai dari Peraturan Menteri dan peraturan pendukung dari drone, KKOP (Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan), hingga risk assesment.

Kedua, terbang dengan ketinggian maksimal 150m dari permukaan tanah. Agar tak mengganggu lalu lintas penerbangan, sangat disarankan penggunaan drone pada ketinggian 50 – 90m. Tentu saja bila ingin melebihi batas minimun dari yang sudah ditetapkan, perlu adanya koordinasi dengan pihak penyelenggara navigasi dalam negeri.

Ketiga, tidak menerbangkan di area vital. Area vital berarti area khusus yang tak dibuka untuk publik. Seperti istana negara, gedung intelijen, dan lain sebagainya.

Keempat, masih dikutip laman Angkasa Avipedia, terbang dalam jarak pantauan. Tentu saja bila terbang melebihi jarak pantauan, drone akan di luar kendali. Bila hal itu terjadi, maka bisa membahayakan pihak lain.

Kelima, jaga privasi. Dikarenakan fungsinya yang bisa menjadi alat memata-matai (spying), tentu integritas sangat dijunjung tinggi agar tak mengganggu privasi orang lain. (AH)

Share :
You might also like