Libur Akhir Tahun Usai, Ditjen Hubud Tetap Konsisten Lakukan Rampcheck

Jakarta, airmagz.com – Masa libur Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 (Nataru) telah berakhir. Hal tersebut ditandai dengan ditutupnya Posko Terpadu Pemantauan Angkutan Nataru pada Senin (7/1), namun hal tersebut tidak menyurutkan semangat para inspektur Ditjen Perhubungan Udara untuk tetap melakukan pengawasan keselamatan melalui rampcheck.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Polana B. Pramesti bersyukur atas lancarnya kegiatan angkutan Nataru baik keselamatan, keamanan maupun pelayanan kepada penumpang.

“Hasil kegiatan Nataru kemarin patut kita syukuri, karena semua berjalan baik sesuai koridor yang telah ditentukan”, ujar Polana.

Lebih lanjut Polana mengatakan bahwa untuk mengawal keselamatan penerbangan, Ditjen Hubud secara konsisten mengadakan rampcheck.

“Nataru tahun 2018/2019, sampai dengan 6 Januari 2019 telah kita lewati bersama, namun kami tidak berhenti untuk tetap mengawal operator penerbangan untuk menyelenggarakan penerbangan yang selamat, aman dan nyaman”, jelas Polana.

Polana mengingatkan kepada seluruh stakeholder penerbangan untuk tetap menjaga kepercayaan masyarakat pengguna jasa transportasi udara melalui pemenuhan standar keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Setiap saat saya ingatkan kepada semua stakeholder penerbangan untuk memastikan seluruh sarana dan prasarana penerbangan baik pesawat, bandara dan navigasi benar-benar dalam keadaan laik, maka dari itu rampcheck di semua unsur penerbangan tadi sangatlah penting untuk diintensifkan,”tutur Polana.

Total armada yang diinspeksi selama Nataru dari tanggal 15 Desember 2018 hingga 8 Januari 2019 pukul 12.00 WIB adalah sebanyak 546 registrasi pesawat dengan total pemeriksaan sebanyak 2740 kali inspeksi. Untuk jenis pesawat yang paling sering diperiksa adalah pesawat tipe Airbus 320-200 dengan total sebanyak 644 kali pemeriksaan dan Lion Air merupakan maskapai paling sering diperiksa sebanyak 665 kali. Dan untuk lokasi bandara yang sering diinspeksi armadanya adalah Bandara Hang Nadim Batam.

“Pesawat yang digunakan, yang telah dirampcheck, semuanya laik terbang. Dari hasil rampcheck ada temuan-temuan yang bersifat minor, namun statusnya semuanya telah closed , sehingga diizinkan untuk terbang”, jelasnya terkait hasil rampcheck.

“Saya menekankan sekali bahwa aspek keselamatan dalam dunia penerbangan menjadi satu hal yang utama. Tidak ada toleransi dalam keselamatan penerbangan. Harus dipenuhi bila ingin terbang”, tutup Polana. (IMN)

Share :
You might also like