Hilangkan Rasa Takut Penumpang, TSA Gunakan Anjing Pelacak Yang Lebih Ramah

Jakarta, airmagz.com – Melewati imigrasi di Amerika sudah terasa cukup menakutkan. Pejabat di Transportation Security Administration (TSA) berharap bisa mengurangi rasa takut dengan memperkerjakan anjing pelacak yang lebih ramah.

Anjing pelacak yang masuk kategori galak adalah anjing dengan telinga tinggi. Karena itu TSA akan memilih lebih banyak anjing dengan kuping floppy atau layu.

Administrator TSA David Pekoske mengungkapkan rencana itu ke Washington Examiner baru-baru ini. Agensi tersebut telah melakukan upaya sadar untuk menggunakan anjing-anjing bertelinga floppy. “Kami mendapati penerimaan penumpang terhadap anjing kuping layu lebih baik. Mereka tidak menakutkan bagi anak-anak.”

Michael Bilello, asisten administrator TSA yang berperan sebagai komunikasi strategis dan urusan publik, mengonfirmasi berita tersebut. Ia mengatakan bahwa agensi tersebut tidak melarang atau menghapuskan anjing dengan telinga berbentuk kerucut atau telinga tinggi. Sebagai gantinya, mereka berharap untuk beralih menggunakan anjing berkuping floppy selama beberapa tahun ke depan.

“Anjing-anjing bertelinga runcing bisa sedikit tidak menyenangkan, bahkan sedikit menakutkan. Biasanya anda melihat itu dengan anjing polisi atau anjing taktis,” kata Bilello.

“Yang ingin kami lakukan adalah mempekerjakan lebih banyak anjing yang bertelinga floppy karena mereka tidak terlalu mengintimidasi. Mereka sedikit lebih mengundang dan ramah di lingkungan bandara.”

Dia mengatakan bahwa mereka bukan anjing pensiunan dengan telinga yang runcing. “Anjing yang cakap dan terlatih adalah aset yang bernilai,” lanjutnya. “Jelas, kemampuan anjing, kompetensi anjing adalah yang paling penting.”

TSA melatih sekitar 350 tim anjing per tahun dan memiliki lebih dari 900 tim yang menyaring pelancong, atau mengendus kargo atau bagasi, menurut situs web TSA. Sekitar sepertiga dari anjing-anjing itu berinteraksi dengan penumpang.

Badan ini melatih tujuh jenis anjing. Gembala Jerman dan Malinois Belgia memiliki telinga yang runcing. Lalu ada German Shorthaired Pointer, Labrador Retrievers, Pointer Wirehaired, Vizslas, dan Golden Retriever, menurut pemeriksa. Sekitar 80 persen dari 1.200 anjing TSA memiliki telinga yang layu, dilansir dari Travel and Leisure. (IMN/Republika.co.id)

Share :