Penumpang Transit Tak Kena Bagasi Berbayar

Jakarta, airmagz.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) menegaskan bahwa bagasi berbayar tidak berlaku bagi penumpang transit. Hal itu dijelaskan sehubungan dengan kejadian yang viral di media sosial baru-baru ini.

“Bayar bagasinya dua sektor tetapi diselesaikan di depan. Jadi, nanti kalau transit tidak bayar lagi,” kata Putu Eka Cahyadi, Kasubdit Sistem Informasi dan Pelayanan Angkutan Udara, Direktorat Angkutan Udara, Ditjen Hubud, Jum’at (01/02), Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Lebih lanjut, ia menyampaikan, bahwa bagasi berbayar mengikuti pola tiketnya. Apakah satu nomor penerbangan atau dua nomor penerbangan dalam case transit itu.

“Jadi ngikutin tiket. Kalau tiketnya direct harganya direct juga. Bila harganya sangat tinggi, karena tidak diatur, jadi tidak ada sanksi,” tambahnya.

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa Ditjen Hubud Kementerian Perhubungan akan tetap mencari solusi terbaik dengan berbagai cara, entah itu mengumpulkan para ahli untuk dimintai pendapat, FGD, dan lain sebagainya. Sebab, walau bagaimanapun juga, masyarakat tetap melihat cost yang dibayar.

Sebagaimana viral di media sosial, salah satu penumpang Wings Air mengeluhkan bagasi tercatat yang ditagih kepadanya pada rute Labuan Bajo – Maumere dan Maumere – Makassar 28 Januari 2019 lalu. Penumpang tersebut kemudian diminta membayar kelebihan muatan yang dibawanya sebesar Rp 1.900.000.

Pada kasus tersebut, penumpang membawa bagasi seberat 38 kg. Sedangkan maksimal bagasi tercatat sebesar 30 kg. Jadi, bila terdapat penumpang yang membawa bagasi melebihi daripada itu, maka, ia akan dikenakan bagasi berbayar dan harganya akan sangat mahal. (AH)

Share :
You might also like