JAS Akui Bisnisnya Terganggu dengan Mahalnya Tarif Kargo Pesawat

Jakarta, airmagz.com – Direktur Chief Corporate Affairs & Businessman Development Officer PT Jasa Angkasa Semesta (JAS), Sigit Muhartono, mengatakan bahwa bisnis di instansinya ikut mengalami impact dengan mahalnya tarif kargo pesawat. Sebab, bisnis di instansi yang dipimpinnya sangat bergantung dengan frekuensi flight maskapai-maskapai.

“Yang jelas impact-nya pasti ada. Logika simpel aja, kalau ada kenakan harga, pasti pengiriman lewat udara akan turun. Kalau demand-nya turun, berarti bisnisnya JAS turun juga karena kita ikut volume dari maskapai,” katanya di depan para awak media, Jum’at (8/2), Gedung Kementerian Perhubungan, Jakarta.

Lanjutnya, mantan Direktur Kargo di Garuda Indonesia tersebut menegaskan, bahwa bisnis kargo yang beriringan dengan tumbuhnya bisnis e-commerce di Indonesia, potensinya cukup besar. Ia pun mengambil contoh pengiriman barang lewat moda transportasi laut yang dinilai tidak efisien dan efektif bila diproyeksikan untuk menggantikan kargo udara.

“Misalnya dari Cina, kan bisa lewat laut. Nah, itu mau sampe berapa hari tuh. Misalnya beli minyak wangi saja dari sana. Dikirim lewat laut. Pasti akan lama sekali kan?” katanya.

Baca jugaAnggota Omdusman, Alvin Lie Bela Maskapai Soal Tiket Mahal

Baca jugaHadirkan Andine dan Tompi dalam Special Flight, YLKI: Ini Acara Norak dan Berlebihan

Ke depannya, ia memprediksi bahwa bisnis kargo akan bergantung dengan manisnya bisnis e-commerce. Hal itu tak terlepas dari tren pembelian masyarakat khususnya millenials yang dinilai menginginkan cara beli yang mudah dan cepat. “Kargo akan sangat growth dengan adanya e-commerce,” singkatnya.

“Tugas kita untuk menarik barang itu (kargo) masuk ke Indonesia. Marketnya kita adalah penduduk kita. 250 juta ini. Kenapa mesti transit (ke Singapura untuk kiriman Internasional) kenapa tidak direct aja,” ujarnya saat ditanya mengenai tantangan bisnis kargo Internasional, khususnya regulasi dalam negeri agar maskapai tak menitipkan barangnya di negara tetangga, khususnya Singapura.

Sebagaimana mashur di publik, PT JAS sendiri adalah perusahaan kenamaan di tanah air yang bergerak di bidang Ground Handling yang berdiri sejak tahun 1984 silam. Pada 2018 lalu, PT JAS melayani hampir 180 ribu flight dengan total flight hampir 300 perhari atau 25 juta total penumpang pertahun.

Tahun ini, PT JAS tetap memfokuskan bisnisnya di Ground Handling (GH), sebagai core bisnisnya, Cargo Handling, dan Lounge. (AH)

Share :
You might also like