Juni 2019, Garuda Buka Rute Makassar-Tokyo

Jakarta, airmagz.com – Garuda Indonesia berencana membuka rute penerbangan penerbangan penumpang dan kargo dari Makassar ke Jepang pada Awal Juni 2019 mendatang.

Hal ini disampaikan saat Gubernur Sulawesi Selatan menerima kunjungan Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah didampingi CEO Domestik Region Kasulampua Aryo Wijosuseno di Baruga Lounge Kantor Gubernur, Rabu (14/2).

Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah mengatakan bahwa, kedatangnanya untuk memperkuat peranan Garuda dalam pembangunan di Sulsel.

“Apa yang perlu dikuatkan untuk pembangunan Sulsel. Peranan Garuda sebagai milik negara bisa dimanfaatkan untuk kemajuan daerah. Tidak ada gunanya jika daerah yang kami terbangi tidak berkembang,” sebut Pikri.

Menurut Pikri, dukungan lainnya yakni Garuda membentuk new economic system serta ingin membangun ekosistem bisnis yang dapat menghidupkan sektor lain seperti tour and travel, hotel dan restoran.

Dalam kesempatan ini, pihak Garuda Indonesia juga meminta masukan Gubernur Nurdin Abdullah terkait rencana pembukaan rute penerbangan Makassar-Jepang yang rencananya aka mulai dibuka Juni mendatang.

“Kami sudah rencana prepare akan berpusat di Ujung Pandang (Makassar). Hasil laut kita bawa ke Makassar kemudian ke Hongkong, Jepang Itu pesawat kargo,” ucapnya.

Sementara untuk penerbangan penumpang, menurut Pikri, Jepang lebih suka pesawat jenis Boeing. “Mudah-mudahan rutenya bisa cepat,” harapnya.

Garuda sendiri mengapresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) yang peduli. “Kalau Pemdanya care berarti dia perhatian, setidaknya pejabatnya naik Garuda,” candanya.

Dia mencontohkan permintaan Pemda Jabar untuk membuka rute Denpasar-Bandung dan sukses.

Gubernur Sulsel sangat berharap cepat terealisasi dan Timur Indonesia mendapat perhatian.

“Terima kasih jujur, saya berkepentingan, saya yang harus berkunjung. Jadi ini jujur mimpi kita bagaimana dapat perhatian khusus sudah kelamaan kita memimpikan,” ujarnya.

Nurdin menyebutkan, Sulsel saat ini sudah melakukan pengiriman langsung (direct call) sehingga membuka lebih lebar sektor wisata dan pengembangan hilirisasi. Untuk itu, dibutuhkan penerbangan langsung (direct flight) ke luar negeri, termasuk ke Jepang.

“Alhamdulillah, saya kemarin menghadap presiden kita direct call karena disetujui,” ujarnya.

Menurut Nurdin, awal launching 36 kontainer, setelah dua bulan 4.000 kontainer. Hal ini menjadi daya tarik Sulsel dan arus investasi sudah mulai ke Sulsel, PT Kawasan Berikat Nusantara juga sudah mulai mencari peluang usaha.

“Direct call sudah sekarang butuh direct flight, bayangkan kita mau ke luar negeri harus ke Surabaya, Jakarta dan Malaysia. Bali mau ke Jepang lewat atas kita, numpang lewat,” sebut Nurdin. (IMN/Sindonews.com)

Share :
You might also like