Menuju Keseimbangan Baru Industri Penerbangan Nasional

Oleh : Marco Umbas

Pengamat Penerbangan

Kerugian yang diderita operator penerbangan nasional beberapa tahun terakhir merupakan pemicu dari kebijakan kenaikan tarif penerbangan baik tiket penumpang/kargo dan penerapan bagasi lebih di penerbangan domestik.

Apalagi kenaikan biaya operasi khususnya biaya avtur dimana belum ada tanda-tanda penurunan bahkan stagnan dilevel 60 dolar/barel meskipun kurs dolar sudah mendekati level 14,000.

Sehingga operator penerbangan lebih fokus untuk mengadakan penerbangan yang menguntungkan daripada sekedar meningkatkan utilisasi pesawat. Apalagi pada saat low seson sekarang ini, operator penerbangan cenderung memarkir pesawatnya dari pada menerbangkan pesawat dengan kerugian. Akibatnya pembatalan penerbangan di hampir semua Bandara telah menjadi kejadian yang terus berulang sehingga telah menurunkan pendapatan Angkasa Pura 1 dan 2.

Walaupun terdapat perlawanan dari masyarakat berupa petisi penurunan harga dan untuk itu operator penerbangan telah menurunkan harga untuk mengakomodasi permintaan tersebut.

Namun kenyataannya bahwa penurunan harga tersebut belum mampu untuk meningkatkan traffic bahkan penurunan penumpang khususnya di domestic masih terus berjalan. (Okefinance, 11 Februari 2019)

Kebijakan tersebut tentunya diterapkan dengan pertimbangan yang matang untuk meningkatkan kinerja operator penerbangan dimana diharapkan keseimbangan demand/supply baru dapat tercapai dan pada gilirannya menyehatkan ekosistem industri penerbangan nasional.

Pertanyaan lebih lanjut akankah kebijakan diatas dapat menyehatkan ekosistem industri penerbangan nasional atau sebaliknya??

Kementrian BUMN sebagai pemegang saham cenderung mendukung kebijakan yang dilakukan oleh Garuda Group agar dapat membuahkan keuntungan bagi kelangsungan hidupnya.

Kenyataannya bahwa harga saham Garuda sempat melonjak ke level 520 atau 200% diatas harga awal desember 2019. Meskipun pada 14 Februari berada pada level 448, sentiment positive capital market akan efektifitas kebijakan kenaikan harga untuk meningkatkan profitabilitas Garuda group.

Lebih jauh penurunan penumpang udara tersebut diduga dapat memindahkan penumpang pesawat agar dapat memenuhi jalan-jalan tol yang dibangun. Apalagi pertumbuhan kredit kendaraan yang sedang lesu, dikhawatirkan ada hidden agenda dari pembiaran ini (Detik finance , 09 Feb 2019)

Walaupun diakui bahwa substitusi angkutan darat dan antar pulau belum memberikan solusi secara langsung karena relatif waktu tempuh perjalanan sangat berbeda jauh.

Langkah cepat Presiden Jokowi yang meminta Pertamina untuk mereview harga Avtur (JawaPos.com ,14 Feb) dan Garuda group agar menurunkan harga tiket penerbangan.(CNN Indonesia,14/02/2019),merupakan bentuk komitmen pemerintah kepada industri penerbangan dan usaha untuk meningkatkan trafik penumpang domestik.

Namun demikian apabila kondisi ketidak pastian yang ditandai penurunan trafik terus berlangsung,niscahya terdapat kemungkinan operator penerbangan akan bangkrut.

Pemerintah selaku regulator dan pemain di bisnis penerbangan nasional melalui Garuda group seyogianya melihat dari perspektif ketahanan penerbangan nasional dimana mempertimbangkan semua aspek operasi penerbangan. Regulator dapat memberikan ‘pertolongan pertama’ industri penerbangan dengan memberikan insentif sekaligus mengakomodasi kepentingan yang lebih luas khususnya hotel, restoran dan souvenir shop. Dimana pada gilirannya dapat meningkatkan perekonomian masyarakat kecil didaerah khususnya daerah tujuan wisata.

Penyehatan ekosistem industri penerbangan nasional dapat tercipta dengan membentuk Dewan Penerbangan Nasional, yang akan memberikan arah dan strategi yang komprehensif untuk meningkatkan daya tahan industri penerbangan nasional secara keseluruhan. Mengingat keunikan geografis Indonesia dengan lebih dari 10.000 pulau dan lebih dari 250 juta penduduk.

Seperti yang dilakukan pemerintah Tiongkok untuk melindungi industri penerbangannya telah menerapkan kebijakan tertentu mengingat keunikan kondisi geografis dan pasar yang besar. (Reuter,May 14,2018,China to ease ‘one route, one airline’ policy for Chinese carriers) Road map untuk menciptakan ekosistem industri penerbangan nasional yang sehat dalam usaha menjaga ketahanan penerbangan nasional seyogianya menjadi prioritas utama agar semua stakeholder dapat mendapatkan benefit secara proporsional dari pertumbuhan traffic pasar domestic.

Share :
You might also like