Layani Penerbangan Charter, Whitesky Aviation Tambah 2 Unit Helikopter

Jakarta, airmagz.com – Whitesky Aviation, maskapai penerbangan tidak berjadwal, berencana meningkatkan jumlah helikopter yang dioperasikan untuk layanan Helicity dari empat menjadi enam unit pada tahun ini.

CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan hingga saat ini Helicity telah mengoperasikan dua unit helikopter jenis Bell 505, satu unit  Bell 429, dan satu unit Airbus H130. Adapun, Helicity merupakan salah satu jenis layanan penerbangan carter dari Whitesky.

“Setiap tahun kami rutin menambah dua unit helikopter. Total untuk tahun ini akan ada enam yang kami operasikan,” kata Denon, Jumat (1/3/2019).

Dia menambahkan kedua helikopter tambahan tersebut akan dikirimkan dari pabrikan secara bertahap. Masing-masing akan diterima oleh Whitesky pada Maret atau April dan September atau Oktober tahun ini.

Nantinya, sebanyak empat unit helikopter akan digunakan untuk layanan penerbangan carter dan khusus pihak yang sudah menjalin kontrak. Sementara, dua unit sisanya digunakan untuk menunjang operasional kerja sama dengan Garuda Indonesia.

Denon menuturkan helikopter lebih dibutuhkan pada dua kota besar di sebuah negara yang lokasinya berdekatan. Contohnya, rute Sao Paulo dan Rio di Brasil setiap hari tercatat melakukan 2.000 penerbangan helikopter dengan jumlah kepemilikan mencapai 800 unit.

Di Indonesia, lanjutnya, helikopter sipil baru mencapai 200 unit dan khusus area Jakarta dan Jawa Barat hanya sekitar 30 unit. Menurutnya, potensi yang dimiliki kedua kota tersebut masih memiliki ruang ekonomi untuk dikembangkan.

“Kesempatan ini yang kami coba tawarkan kepada masyarakat. Fokus kami adalah masalah affordability, sehingga bisa dinikmati oleh berbagai kalangan,” ujarnya.

Denon menyebut Indonesia merupakan salah satu negara yang potensial dalam soal pertumbuhan jumlah helikopter di dunia. Berdasarkan laporan Asian Sky Group, negara di kawasan Asia Tenggara berpotensi tumbuh di atas 5% dalam 10 tahun ke depan.

Dalam laporan tersebut, imbuhnya, pertumbuhan helikopter di negara Amerika Serikat dan kawasan Eropa justru diprediksi melambat dengan hanya tumbuh 2%. Laporan tersebut disusun berdasarkan pemesanan armada yang dilakukan maskapai.

Lembaga riset tersebut, lanjutnya, melihat potensi Indonesia karena tergolong negara kepulauan yang lebih banyak memerlukan alat transportasi udara yang efisien. (IMN/bisnis.com)

Share :
You might also like