Swift Club Indonesia, Tempatnya Kawula Muda yang Swift

Ada berbagai cara untuk menyalurkan aspirasi seseorang yang memiliki ketertarikan khusus pada sebuah mobil. Salah satunya adalah dengan bergabung dalam sebuah club atau komunitas pecinta mobil. Komunitasnya pun bisa bermacam-macam, ada yang berdasarkan merek mobil, usia mobil, jenis mobil, atau yang lainnya. Khusus di Indonesia, komunitas berdasarkan merek mobil bisa dibilang adalah yang paling banyak.

Salah satu komunitas tersebut adalah Swift Club Indonesia (SCI). Berdiri resmi sejak 7 Juli 2007, komunitas khusus pecinta mobil Suzuki Swift yang berada di bawah naungan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) ini memiliki member yang jumlah secara nasionalnya hampir mencapai 1.500 orang. Jumlah tersebut tersebar dalam 40 chapter yang terbentang mulai dari Pulau Sumatera hingga Indonesia bagian timur.

Terbentuknya komunitas mobil hatchback ini, menurut Melinda Latief (Ketua Umum SCI), berawal dari populernya keberadaan milis (mailing list) swift-indonesia@yahoogroups.com. Milis tersebut dibuat sebagai wadah komunikasi bagi para pemilik mobil Suzuki Swift, yang di Indonesia sendiri diluncurkan pertama kali pada tahun 2004.

Melinda menjelaskan, sebenarnya sejak tahun 2000-an sudah banyak milis yang membawa nama besar Suzuki. Tapi, dari sekian banyak milis, yang pesertanya paling ramai adalah milis milik SCI tadi. Lalu, lantaran jumlah member milis ini makin membludak, akhirnya pada tahun 2007 terbentuklah sebuah SCI, sebuah paguyuban nonprofit yang keberadaannya dideklarasikan secara resmi pada 7 Juli 2007.

Tujuan dari pembentukan SCI, kata Melinda, antara lain menjadi tempat untuk berbagi atau sharing informasi seputar mobil Swift. Apalagi varian mobil produksi Suzuki sekarang sudah banyak, sehingga informasi mendetail tentang mobil ini sendiri sangat dibutuhkan oleh para pemiliknya.

Melinda menambahkan, fungsi lainnya adalah sebagai wadah untuk saling membantu sesama member. Sebagai contoh, jika ada member yang mobilnya mogok atau menemui masalah di jalan, si member tadi bisa mendapatkan bantuan dari member lainnya.

“Atau kalau ada member yang bingung mencari spare part untuk mengganti spare part yang rusak, mereka bisa memperoleh informasi dari sesama member tentang bengkel atau tempat mana yang menyediakan spare part yang bagus,” tutur Melinda kepada Airmagz beberapa waktu lalu.

Chapter Jabodetabek

Di awal berdirinya, Melinda bercerita, anggota komunitas SCI hanya tujuh orang. Tapi lama-lama jumlahnya semakin banyak. Setelah enam tahun berdiri, jumlah membernya mencapai 300-an. “Itu jumlah keseluruhan secara nasional. Saya saja pada tahun 2013 mendapat nomor member yang ke-300,” ungkap Melinda.

Dari 40 chapter SCI yang ada di seluruh Indonesia, chapter yang jumlah membernya paling banyak adalah chapter Jabodetabek. Ihwal chapter Jabodetabek ini, kata Melinda, sengaja dinamakan demikian untuk menyatukan para member yang ada di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

“Daripada terpecah-pecah, lebih baik digabung saja menjadi satu chapter Jabodetabek. Manfaatnya, saat melakukan kopdar bareng, tempatnya bisa pindah-pindah, misalnya sekarang di Bogor, selanjutnya di Bekasi, lalu Depok, dan seterusnya,” papar Melinda.

Menurut Mario Jason (Wakil Ketua Umum SCI), total jumlah member SCI chapter Jabodetabek mencapai 500-an orang. Dari angka tersebut, jumlah member yang aktif sekitar 200-an orang. Jumlah chapter Jabodetabek, kata Mario, adalah yang terbanyak dibanding chapter lainnya.

“Di chapter-chapter lain, jumlah membernya tidak mencapai 100 orang. Chapter Bali saja, yang dianggap terbanyak kedua setelah chapter Jabodetabek, jumlahnya hanya 80-an orang,” ungkap Mario.

Keberadaan chapter-chapter yang tersebar di seluruh Indonesia, bagi Mario, memberikan banyak manfaat bagi para member SCI. Sebagai contoh, bila ada member SCI chapter Jabodetabek yang berniat pergi ke Yogyakarta, Surabaya, Palembang, atau kota lainnya, member tersebut bisa menumpang atau menginap di rumah member SCI yang ada di kota-kota tadi. Begitu juga sebaliknya, member dari chapter luar Jabodetabek bisa menumpang atau menginap di tempat member chapter Jakarta atau kota-kota lainnya.

Kopdar Setiap Dua Pekan Sekali 

Layaknya sebuah komunitas besar, SCI juga kerap mengadakan berbagai event, mulai dari event berskala kecil, besar, hingga event yang dilakukan rutin dalam waktu tertentu.

Salah satu event yang berskala kecil adalah kopdar (kopi darat). Aktivitas yang dilakukan setiap dua pekan sekali ini, kata Melinda, umumnya dihadiri oleh minimal 30 member.

Tempat untuk kopdar biasanya merupakan tempat makan atau tempat wisata yang memiliki fasilitas lumayan lengkap dan area parkir yang luas. Mencari tempat dengan kriteria tadi, tutur Melinda, biasanya adalah tugas PIC (person in charge). “PIC ini semacam tim yang bertugas mencari tempat untuk kopdar serta memberikan informasi lokasinya kepada para member,” ujarnya.

Chapter Jabodetabek sendiri memiliki lima PIC, dan masing-masing PIC pun ada korlapnya. Jadi, kalau ada rencana kopdar di Bekasi, maka PIC chapter Bekasi mencarikan tempatnya lalu diinformasikan kepada para member.

Syarat Menjadi Member

Untuk menjadi member SCI, kata Melinda, syarat-syaratnya tidaklah berat. Yang penting, calon member memiliki mobil Suzuki Swift beserta semua surat-surat yang diperlukan, seperti SIM, KTP, surat-surat kendaraan, dan lain-lainnya.

Juga, calon member minimal harus menjalani tiga kali kopdar supaya bisa tahu lebih banyak tentang SCI dan saling mengenal masing-masing membernya.

Selain itu, bagi SCI chapter Jabodetabek, Mario Jason mengaku tidak mewajibkan setiap member membayar uang kas. Meski demikian, ketika ada event, barulah timnya memberi sinyal kepada para member untuk “saweran” guna membiayai event yang dimaksud.

“Bahkan untuk event besar berskala nasional macam Jambore Nasional seperti yang beberapa waktu lalu digelar, kami tidak mewajibkan member menyumbang dana yang besar. Sebab, kami biasanya mendapatkan sponsor,” tutur Mario.

Memang, pada 16 September 2017 lalu, SCI baru saja menghelat event besar bertajuk “Jambore Nasional, 1 Dekade Swift Club Indonesia” dalam menyambut ulang tahun komunitas ini yang ke-10. Jambore yang baru pertama kali dilakukan oleh SCI ini menghadirkan 200-an mobil dan melibatkan 300-an member dari berbagai chapter. Event itu sengaja digelar untuk menjalin silahturahmi dan ajang saling mengenal para member antarchapter.

Ihwal member SCI yang kebanyakan adalah anak muda, Mario beralasan bahwa mobil yang mereka miliki memang identik dengan anak muda. “Makanya dulu sempat ada slogan Suzuki Swift, It’s A Boy Thing. Kalau sekarang kan slogannya menjadi Swift Your Mind ,” ungkap Mario.

Meski demikian, kata Mario, SCI tidak menutup pintu bagi para orang tua yang ingin menjadi member.

Kegiatan Sosial

Sesuai dengan keinginan para pendirinya, SCI juga mempunyai misi meningkatkan kepedulian para membernya terhadap masyarakat sekitar dan masyarakat luas lewat kegiatan-kegiatan sosial. Atas dasar itulah SCI chapter Jabodetabek hingga kini acap menyelenggarakan berbagai kegiatan bakti sosial, yang salah satunya menyasar panti asuhan.

“Untuk Jabodetabek sendiri, ada dua panti sosial yang menjadi sasaran kegiatan sosial kami sejak tahun 2015. Biasanya kami memberikan bantuan berupa uang, sembako, dan baju-baju layak pakai. Kegiatan sosial lainnya, kami juga sering melakukan donor darah,” tutur Mario.

Sementara untuk luar kota, kata Mario, SCI juga sering terlibat dalam kegiatan membantu para korban bencana alam, misalnya bencana akibat meletusnya Gunung Merapi dan banjir bandang di Garut. “Biasanya chapter-chapter yang di daerah bencanalah yang menjadi koordinatornya. Kami dari chapter Jabodetabek mengirimkan beberapa perwakilan ke sana,” ujar Mario.

Share :