RUPS Tahunan 2019, GMFI Bagikan Dividen Enam Juta Dolar

Jakarta, airmagz.com – PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF, kode emiten: GMFI) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Garuda City Center Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (11/3). RUPST GMF tersebut dihadiri oleh 90,8 persen dari total para pemegang saham.

RUPST GMF memutuskan enam agenda rapat, di antaranya: Persetujuan Laporan Tahunan 2018, Penggunaan Laba Bersih 2018, Penetapan Tantiem 2018 dan Remunerasi 2019 bagi direksi dan dewan komisaris, Penunjukan Kantor Akuntan Publik tahun buku 2019, Pelimpahan Kewenangan kepada Dewan Komisaris untuk melaksanakan peningkatan modal ditempatkan dan disetor Perseroan dalam rangka pelaksanaan Program Management and Employee Stock Option Plan (MESOP), dan Laporan penggunaan dana Initial Public Offering (IPO).

Terkait laporan tahunan perseroan tahun buku 2018, GMF membukukan pendapatan operasional senilai US$470 juta selama 2018, atau mengalami kenaikan sebesar 7 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar US$439,3 juta dan mengantongi keuntungan bersih sebesar US$30,5 juta. Adapun pendapatan usaha yang datang dari luar grup meningkat 32 persen Year on Year (YoY) berkat kepercayaan dari berbagai pelanggan baru yang membawa nilai bisnis besar bagi perusahaan.

Tidak hanya itu, di tahun yang sama GMF juga telah menandatangani kerja sama strategis dengan Air France Industries/KLM Engineering and Maintenance (AFI/KLM E&M) dan membekali diri dengan beberapa penambahan kapabilitas dan kapasitas di antaranya: perawatan line maintenance Boeing 787 dan Airbus A350. Penambahan kapabilitas juga terjadi di sektor bisnis Engine Maintenance yaitu Overhaul Engine CFM56 – 5B dan LPT-6 replacement engine tipe GE 90. Dari sisi kapasitas, GMF melakukan penambahan 2 line kapasitas hangar narrow body terbesar di dunia milik GMF menjadi maksimal 15 pesawat yang dapat dirawat secara paralel.

GMF juga meresmikan landing gear shop sebagai fasilitas baru untuk mengembangkan sektor bisnis komponen. Sebagai komitmen kepada pemegang saham, GMF membagikan dividen sebesar US$6.108.972 (Enam Juta Seratus Delapan Ribu Sembilan Ratus Tujuh Puluh Dua US Dollar) atau 20 persen dari laba bersih perusahaan. Direktur Utama GMFI, Iwan Joeniarto mengatakan pembagian dividen ini merupakan pemenuhan hak yang diberikan GMF kepada pemegang saham.

“Kami ingin membuktikan bahwa GMF merupakan tempat yang menjanjikan untuk berinvestasi. Upaya demi upaya terus kami jalankan untuk membawa keuntungan bagi perusahaan yang nantinya pasti dikembalikan kepada pemegang saham,” tutur Iwan.

RUPST GMF juga memutuskan untuk memberikan kuasa dan pelimpahan kewenangan dalam menetapkan besaran tantiem dan honorarium, tunjangan, fasilitas dan insentif lainnya bagi dewan komisaris dan direksi. Pemegang saham yang hadir juga menyetujui pemberian kuasa dan pelimpahan wewenang kepada Dewan Komisaris untuk menunjuk Akuntan Publik Independen dari Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk melakukan pemeriksaan atas Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2019, dan untuk melaksanakan peningkatan modal disetor dan ditempatkan dalam rangka pelaksanaan program MESOP.

Pada mata acara ke-6, GMF melaporkan penggunaan dana IPO yang didapatkan pada Oktober 2017 silam. Dalam pelaksanaan IPO, GMF meraih dana sebesar Rp1,1 trilyun dengan komposisi penggunaan 60 persen untuk investasi, 25 persen untuk modal kerja, dan 15 persen untuk refinancing. Iwan Joeniarto menjelaskan bahwa saat ini keseluruhan dana yang dialokasikan untuk refinancing dan modal kerja sudah digunakan.

“Sementara untuk investasi dari hasil IPO sampai akhir tahun 2018 sudah terealisasi sebesar 85 persen, sisanya akan kami maksimalkan di 2019,“ jelasnya.

Aksi Akselerasi Tahun 2019 GMF menargetkan pertumbuhan bisnis berkelanjutan dan mempertahankan target pertumbuhan double digit. Di mana GMF menyasar pendapatan di atas US$500 juta dengan laba bersih yang diharapkan tumbuh dari tahun sebelumnya. Iwan Joeniarto menekankan untuk mencapai target yang tinggi di tengah agresivitas pasar, pihaknya akan terus melakukan akselerasi dalam mengembangkan bisnis.

“Untuk mencapai target 2019, kami akan menambah kapabilitas dan kapasitas, serta melanjutkan diversifikasi bisnis dengan beberapa mitra yang sudah dijalin sejak 2018. Berbagai macam strategic initiatives akan kami jalani,” ungkapnya.

Menurut Iwan, pihaknya akan melakukan kolaborasi dengan Airline-MRO Domestik untuk untuk meningkatkan captive market dan serapan pasar perawatan pesawat domestik. Hal ini tentunya akan berdampak positif untuk bangsa melalui penghematan devisa ke luar negeri, pembukaan lapangan kerja yang lebih luas, dan multiplier effect lainnya.

Dalam upaya akselerasi GMF menuju visi Top 10 MRO di dunia, pengembangan keanekaragaman produk dan bisnis gencar dilakukan. Hal ini diwujudkan dalam pembentukan anak usaha baru. Iwan mengatakan saat ini sudah ada dua anak usaha yaitu PT Garuda Daya Pratama Sejahtera (GDPS) yang bergerak pada penyediaan tenaga alih daya berkualifikasi tinggi untuk mendukung ekspansi GMF dan Garuda Indonesia Group. Kedua adalah PT Garuda Energi Logistik Komersial (GELKo) yang menggarap bisnis perdagangan suku cadang dan mesin pesawat udara, sewa guna usaha suku cadang dan mesin pesawat udara, perdagangan umum, penyediaan & distribusi energi serta pengelolaan limbah.

“Ke depannya akan ada lagi kerja sama strategis dan pengembangan bisnis dengan bentuk anak usaha lainnya yaitu berupa pendirian pabrik vulkanisir ban pesawat dan pengembangan pusat pelatihan untuk industri pendukung aviasi. Aksi akselerasi di tahun 2019 akan didukung dana investasi yang telah disiapkan perusahaan lebih dari US$50 juta dan diharapkan membawa efisiensi dan membangun sinergi yang baik di dalam grup sehingga dapat meningkatkan profitablity perusahaan,” tutup Iwan.

Share :
You might also like