Sungai Cano Cristakes Kolumbia Memantulkan 5 Warna

Jakarta, airmagz.com – Sungai Cano Cristakes merupakan danau yang terletak di Kota La Macarena. Sungai ini memiliki 5 warna yang hanya muncul pada waktu tertentu.

Jika mendengar kata Sungai yang terpikirkan adalah kotor dan kumuh. Namun berbeda dengan Sungai Cano Cristake di Kolumbia yang terkenal dengan keindahan pantulan warna-warni sungainya.

Sungai ini dijuluki “sungai dari lima warna” (The River of Five Colors) karena memiliki 5 warna dan bahkan disebut sebagai sungai yang paling indah di dunia karena warnanya yang cemerlang. Tentu hal ini membuat rasa penasaran bagi para wisatawan.

Pasalnya, Sungai Cano Cristales memunculkan warna-warna seperti oranye, merah, kuning, sampai dengan biru. Selain warna-warna yang indah, sungai Cano Cristales juga punya ciri khas batu yang berbentuk bundar seperti kolam.

Penyebab yang membuat warna hijau pada sungai adalah adanya lumut, lalu warna birunya berasal dari pantulan langit di permukaan air dan warna merah dengan gradasi warna lainnya dikarenakan adanya alga Macarenia clavigera (Podostemaceae)yang menempel di bebatuan sungai.

Sayangnya warna-warni sungai lima warna hanya dapat dilihat pada waktu-waktu tertentu. Arus air sungai sangat berperan untuk mengatur sinar matahari agar bisa mencapai alga.

Tatkala ketika musim hujan datang, arus tersebut dapat menjauhkan sinar matahari dari dasar sungai karena jumlah air yang cenderung menjadi lebih banyak.

Sedangkan pada musim kemarau, airnya terlalu dangkal jadi tidak akan mengeluarkan warna-warna tersebut.
Sungai seperti Cano Cristakes sangat jarang ditemui dan hanya ada satu di dunia. Faktanya sungai ini hanya memiliki tanaman air dan karang. Bahkan hampir tidak ada biota laut seperti ikan yang hidup.

Nah, di antara kedua musim tersebutlah merupakan waktu yang tepat bagi sungai Cano Cristales untuk memamerkan warna indahnya. Tak heran ribuan pengunjung menyambangi sungai itu pada bulan Juli sampai Desember. Saat itu temperatur udara cukup untuk menghangatkan lumut dan alga di sungainya sehingga menjadi terlihat bermekaran.

Asal Muasal sungai Cano Cristales
Posisi sungai Cano Cristales ini sangat terpencil, yaitu di kawasan pegunungan Serrania de La Macarena. Lebar sungai ini sekitar 20 meter dengan panjang 100 meter. Sayangnya, untuk bisa mencapai sungai ini tidak mudah. Sangat sedikit agen perjalanan yang menawarkan jasa traveling pergi ke sana.

Jika kita ingin berwisata ke sungai Cano Cristales, kita harus lebih dulu naik pesawat dari Kota Bogota yang merupakan ibu kota Kolombia menuju bandara kecil di La Macarena. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan naik mobil dan trekking melewati hutan.

Wilayah ini termasuk hutan hujan hydrophytic, panas, hangat, dan dingin. Gunung disini adalah rumah bagi sekitar 420 spesies burung, 10 spesies amfibi, 43 jenis reptil, dan 8 primata.

Di hutan dari Macarenia, tanaman berjuang untuk menemukan unsur nutrisi dalam tanah, sementara populasi berbagai jamur membantu memecah batang-batang pohon yang tumbang. Lubang-lubang lingkaran kecil yang menjadi ciri dasar sungai, telah dibentuk oleh kerikil atau potongan mineral yang sangat padat.

Batuan dari Macarenia diperkirakan berumur sekitar 1,2 miliar tahun. Batuan tersebut merupakan perpanjangan di barat perbatasan Guiana dari Venezuela, Guyana, dan Brasil. Dan batuan tersebut dianggap di antara yang tertua di dunia. Macarenia meliputi tiga ekosistem yang kaya akan keanekaragaman flora dan fauna, yaitu Andes, Llanos Timur, dan hutan hujan Amazon. Oleh karena itu, sangat penting dalam biologi global.

Tidak hanya itu, Dari bulan Januari hingga Mei, Sungai Cano Cristales ditutup untuk umum agar ekologi di sana bisa ‘diselesaikan’. Para penduduk lokal pun kini menegakkan aturan dan larangan bagi para turis yang datang ke Sungai Cano Cristales.

Turis melarang berenang, menginjak lumut atau alga, dan minum minuman beralkohol di pinggir sungai. Ini adalah tempat yang bagus untuk menginap. Aturan ini dibuat agar ekosistem sungainya tidak rusak dan sungai Cano Cristales tetap indah dipandang mata.
Walaupun menampilkan fenomena alam yang menarik, sungai tersebut pernah masuk ke dalam wilayah kelompok Guerilla di tahun 2000-an. Rupanya wilayah di sekitar sungai merupakan basis para pemberontak pemerintah koleksi sehingga tertutup dan dianggap berbahaya untuk turis asing. Namun, kini sungai Cano Cristales dapat dikunjungi dengan aman.

Sungai Cano Cristales ditutup untuk umum dari bulan Januari hingga Mei agar kelestarian alam di sekitar sungai bisa ‘beristirahat’ dan tidak terganggu. (JML)

Share :