Mahayana Bantu Warga Pulau Sabu dengan Penghijauan

Jakarta, airmagz.com – Komunitas Mahayana Permaculture ikut serta dalam acara democartsy yang diselenggarakan oleh komunitas anak muda bangkit. Berbeda dengan pembicara lain Mahayana membicarakan tentang penghijauan hutan Pulau Sabu Nusa Tenggara Timur.

“Saya memilih Pulau Sabu karena di sana mengalami tiga masalah seperti ekstrim property, krisis air, dan akses menuju pulau itu tidak ada. Kebetulan juga saya berasal dari sana,” ujar Junior di Gedung Rossi Music, Sabtu (16/03)

Junior menambahkan jadi tujuan awal Mahayana di Pulau Sabu dahulu, namun ketika permasalahan di pulau ini selesai barulah Mahayana terapkan ke pulau-pulau tropis lainnya.

“Yang kita lakukan pertama di Pulau Sabu kita menjual hasil pertanian berupa gula dengan pendapatan penjualan tersebut barulah kita mulai membangun projek penghijauan di hutan yang habis terbakar,” ujar anggota Komunitas Mahayana Reno.

Pasalnya dari hutan tersebut bisa menghasilkan energi, pangan, dan obat-obatan dari tumbuhan. Jadi Mahayana menawarkan satu alternatif biasanya satu lahan konvensional hanya untuk satu jenis tumbuhan namun Komunitas ini akan menanam berbagai macam jenis tumbuhan.

“Pulau sabu sangat mengalami krisis air gunanya kami membuat hutan itu untuk memanggil hujan. Nah, dari hujan itu akan ada pohon-pohon penangkap air yang akan menambah bank air mereka. Biasanya warga menampung satu ember dibagi 15 orang kita harap di 10 tahun ke depan gak ada masalah itu lagi,” sambung Junior

Junior menambahkan Pulau Sabu hanya mengalami musim hujan selama 2 bulan. Namun, dalam 2 bulan itu warga sekitar harus menanam jagung dan padi untuk dikonsumsi. Tidak hanya itu,setelah selesai menanam kebanyakan para lelaki berimigrasi karena tidak memiliki pekerjaan lagi.

“Pas musim hujan populasi di pulau ini bisa 60.000 saat musim kemarau bisa 30.000 mereka mencari mata pencaharian di pulau lain seperti Kupang, Bali, Sumba, dan Makasar,” tutupnya. (JML)

Share :