FBI Ikut Serta Selidiki Sertifikasi Boeing 737 MAX 8

Jakarta, airmagz.com – FBI tergabung dalam penyelidikan terkait Boeing 737 MAX 8 yang telah terlibat dalam dua kecelakaan di Indonesia dan Etiopia.

“FBI membantu otoritas transportasi federal dalam penyelidikan proses sertifikasi Boeing 737 MAX 8,” ujar seorang sumber kepada USA Today .

Sertifikasi tersebut telah dikritik karena kemungkinan adanya hubungan dekat antara perusahaan Boeing dengan para petinggi Badan Penerbangan Federal ( FAA). New York Post mewartakan, para penyelidik mendalami persetujuan dari FAA atas pesawat Boeing 737 MAX, khususnya terkait sistem anti-stall.

Seperti diketahui, Inspektur Jenderal Departemen Transportasi AS juga menyelidiki persetujuan yang diberikan FAA untuk Boeing 737 MAX 8. FAA dilaporkan telah memberikan sertifikasi kepada pesawat tersebut pada dua tahun lalu.

Pada 11 Maret lalu, hanya sehari setelah tragedi di Ethiopia yang menewaskan 157 orang, juri di pengadilan Washington menerbitkan surat panggilan untuk setidaknya satu orang yang terlibat dalam sertifikasi pesawat ini. Surat panggilan, yang berasal dari seorang jaksa di divisi kriminal Kementerian Kehakiman, mencoba mencari dokumen dan korespondensi terkait dengan pesawat Boeing 737 MAX 8.

“Penyelidikan kriminal merupakan sebuah pekembangan baru,” kata Scott Hamilton, Direktur Pelaksana Leeham Company.

Leeham Company ini pada 1996 pernah menyerukan penyelidikan terhadap kecelakaan pesawat ValuJet. Kabar keterlibatan FBI muncul setelah Eropa dan Kanada memutuskan hubungan dengan regulator keselamatan udara AS itu.

Eropa dan Kanada memilih melakukan tinjauan versi mereka sendiri tentang perubahan sistem Boeing. Sementara Boeing berharap pada pekan depan dapat menyelesaikan pembaruan perangkat lunak penting, yang secara otomatis dapat mengarahkan hidung pesawat untuk menghindari stall.

FAA menargetkan, sertifikasi modifikasi dan rencana Boeing untuk pelatihan pilot dapat terlaksana pada April atau Mei. Kini lebih dari 300 unit pesawat Boeing 737 MAX telah berhenti beroperasi di seluruh dunia, setelah kecelakaan fatal Ethiopian Airlines yang menewaskan 157 orang. (JAM)

Share :
You might also like