Pasca Insiden Boeing Sertifikasi Keselamatan Dipertanyakan, FAA Membela

Jakarta, airmagz.com – Federal Aviation Administration (Jawatan Penerbangan Sipil) pemerintah Federal Amerika membela kebiasaan membiarkan pabrik pesawat mengeluarkan sertifikat keselamatan pesawat buatan mereka sendiri.

Kepala Federal Aviation Administration atau FAA, Daniel Elwell mengemukakan dalam sidang dengar keterangan di Senat hari Rabu (27/3), bahwa karyawan yang mensertifikasi keselamatan pesawat yang mereka buat dipilih khusus dan diawasi oleh FAA.

Daniel Elwell mengatakan, “Diperlukan kolaborasi, komunikasi dan keselamatan untuk memungkinkan FAA dan masyarakat penerbangan secara bersama-sama mengidentifikasi sistem berbahaya dan melaksanakan solusi bagi keselamatan. Pengalaman puluhan tahun membuktikan bahwa pendekatan ini menambah pengetahuan yang sekiranya tidak akan diperoleh. Sertifikasi pesawat oleh FAA senantiasa berlandaskan pada pertukaran informasi dan data teknik dengan industri (pesawat).”

Namun, seorang senator fraksi Demokrat mengatakan membiarkan pabrik pesawat mensertifikasi pesawat yang dibuatnya sebagai pesawat yang aman dan selamat bisa memudarkan kepercayaan publik.

“Faktanya FAA membuat keselamatan itu murah, yang tidak murah dan tidak pula aman, dan menaruh srigala ke dalam kandang ayam. Itulah sebenarnya yang terjadi dengan pesawat 737 MAX 8. Dalam upaya untuk memproduksi pesawat itu dengan cepat karena adanya persaingan dari Airbus, faktor-faktor keselamatan yang kritis diabaikan,” kata Senator Richard Blumenthal.

Senator fraksi Republik yang memimpin sidang hari itu mengatakan memang ada sorotan terhadap apa yang disebutnya sebagai keakraban antara FAA dan Boeing, pabrik pesawat di Seattle yang membuat 737 MAX itu.

Senator Ted Cruz mengatakan, “Tidak saja dua kecelakaan baru-baru ini menggoyang kepercayaan publik, tetapi pertanyaan yang timbul setelah itu tentang pengawasan FAA terhadap pabrik pesawat, proses sertifikasi pesawat dan kedekatan hubungan antara industri dan pelaksana peraturan, mengancam menggerus kepercayaan pada seluruh sistem.”

Boeing mengatakan hari Rabu (27/3) pihaknya tidak menghendaki dan tidak mau ada lagi peraturan pemerintah Federal mengenai bagaimana Boeing merancang, membikin dan menguji-coba pesawat. Boeing mengatakan sudah hampir selesai mengupgrade software sistem anti-stall pada pesawat jet 737 MAX, software sistem yang dicurigai punya kaitan dengan dua kecelakaan pesawat jenis itu belum lama ini.

Tetapi masih diperlukan waktu sebelum pesawat 737 MAX 8 yang sekarang didaratkan akan diizinkan untuk kembali terbang. (IMN/VOAIndonesia.com)

Share :
You might also like