Apa Itu Air Traffic Controller?

Jakarta, airmagz.com – Mungkin teman-teman yang suka bepergian menggunakan pesawat terbang sering melihat bangunan menyerupai menara di sekitar Bandara, Yup, bangunan atau menara tersebut merupakan otak dari seluruh aktifitas pesawat yang ada di Bandara, bagaimana pesawat bisa lepas landas maupun yang mau mendarat, semuanya ada disitu, ingin tau lebih banyak soal apa yang ada di dalam menara tersebut? Airmagz.com telah berhasil merangkumnya dari berbagai sumber.

Pemandu Lalu Lintas Udara (Air Traffic Controller, ATC) adalah profesi yang memberikan layanan pengaturan lalu lintas di udara terutama pesawat udara untuk mencegah antarpesawat terlalu dekat satu sama lain, mencegah tabrakan antarpesawat udara dan pesawat udara dengan rintangan yang ada di sekitarnya selama beroperasi.

ilustrasi

ATC atau yang disebut dengan Air Traffic Controller juga berperan dalam pengaturan kelancaran arus lalu lintas, membantu pilot dalam mengendalikan keadaan darurat, memberikan informasi yang dibutuhkan pilot (seperti informasi cuaca, informasi navigasi penerbangan, dan informasi lalu lintas udara).

ATC adalah rekan terdekat pilot selama di udara, peran ATC sangat besar dalam tercapainya tujuan penerbangan. Semua aktivitas pesawat di dalam Manoeuvring Area diharuskan mendapat mandat terlebih dahulu dari ATC, yang kemudian ATC akan memberikan informasi, instruksi, clearance/mandat kepada pilot sehingga tercapai tujuan keselamatan penerbangan, semua komunikasi itu dilakukan dengan peralatan yang sesuai dan memenuhi aturan. ATC merupakan salah satu media strategis untuk menjaga kedaulatan suatu wilayah/suatu negara.

Foto : outstandingscolleges.com

ATC melakukan pengaturan lalu lintas udara di menara / tower untuk Aerodrome Control Tower, agar dapat melihat dengan jelas keadaan runway / Landas pacu, sedangkan untuk Approach Control Unit dan Area Control Centre berada di ruangan yang letaknya berdekatan dengan menara / tower untuk memudahkan koordinasi. Namun tidak semua bandar udara menerapkan kondisi demikian, disesuaikan dengan kondisi lalu lintas udara dan kepadatannya.

Sesuai dengan tujuan pemberian Air Traffic Services, Annex 11, International Civil Aviation Organization (ICAO),1998, Pelayanan Lalu Lintas Udara terdiri dari 3 (tiga) layanan, yaitu:

  • Pelayanan Pengendalian Lalu Lintas Udara (Air traffic control service), pada ruang udara terkontrol/Controlled Airspace terbagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu:
    • Aerodrome Control Service
    Memberikan layanan Air Traffic Control ServiceFlight Information Service, dan Alerting Service yang diperuntukkan bagi pesawat terbang yang beroperasi atau berada di bandar udara dan sekitarnya (vicinity of aerodrome) seperti take offlandingtaxiing, dan yang berada di kawasan manoeuvring area, yang dilakukan di menara pengawas (control tower). Unit yang bertanggung jawab memberikan pelayanan ini disebut Aerodrome Control Tower (ADC).
    • Approach Control Service
    Memberikan layanan Air Traffic Control ServiceFlight Information Service, dan Alerting Service, yang diberikan kepada pesawat yang berada di ruang udara sekitar bandar udara, baik yang sedang melakukan pendekatan maupun yang baru berangkat, terutama bagi penerbangan yang beroperasi terbang instrumen yaitu suatu penerbangan yang mengikuti aturan penerbangan instrumen atau dikenal dengan Instrument Flight Rule (IFR). Unit yang bertanggung jawab memberikan pelayanan ini disebut Approach Control Office (APP).
    • Area Control Service
    Memberikan layanan Air Traffic Control ServiceFlight Information Service, dan Alerting Service, yang diberikan kepada penerbang yang sedang menjelajah (en-route flight) terutama yang termasuk penerbangan terkontrol (controlled flights). Unit yang bertanggung jawab memberikan pelayanan ini disebut Area Control Centre (ACC).
  • Pelayanan Informasi Penerbangan (Flight Information Service)
Flight Information Service adalah pelayanan yang dilakukan dengan memberikan berita dan informasi yang berguna dan bermanfaat untuk keselamatan, keamanan, dan efisiensi bagi penerbangan.
  • Pelayanan keadaan darurat (alerting service)
Pelayanan keadaan darurat adalah pelayanan yang dilakukan dengan memberitahukan instansi terkait yang tepat, mengenai pesawat udara yang membutuhkan pertolongan search and rescue unit dan membantu instansi tersebut, apabila diperlukan.
Beban kerja dalam ATC pun sangat patut diperhitungkan, Disiplin dan tanggung jawab yang tinggi, jam kerja di ATC diatur secara bergiliran berdasarkan “possition log” atau “shift. Pada Aerodrome Control Tower, bidang pekerjaannya yang dibagi dalam beberapa unit, di antaranya Clearance Delivery, unit yang memberi informasi semua Rute Pelayanan Lalu Lintas Udara/ ATS Route, ketinggian pesawat yang diminta atau diizinkan untuk terbang ke tujuan. 

Ground Control, mengatur semua pergerakan mulai pesawat itu push back, sampai pesawat ke taxiway, menanti di ujung landas pacu untuk lepas landas. Assistant Tower Controller, tugasnya membantu aktivitas tower controllerTower Controller sendiri mengatur lepas landas dan mendaratnya pesawat.

Foto : abcnews.go.com
Sekalipun jam kerja sudah diatur, setiap rutinitas pasti ada kejenuhannya. Namun karena pekerjaan yang mempertaruhkan nyawa penumpang pesawat, dengan fokus dan tanggung jawab profesi, ATC diharuskan untuk tidak merasakan kejenuhan ketika bekerja.

Pada hal ini Penyedia layanan pemanduan lalu lintas udara wajib menerapkan pola manajemen stress pada beban kerja ATC dan manajemen keselamatan. Menurut Dokumen 9426 Air Trafic Planning Manual, pemimpin unit pemandu lalu lintas udara (unit chief controllers) dan para petugas evaluasi (evaluation officers) perlu selalu waspada atas tanda–tanda stres pada anggota stafnya dan mestinya tidak ragu–ragu untuk membantu meringankannya.

Pada langkah ini, suatu diskusi informal supervisor dengan pegawai pelaksana sering dapat menghindari hilangnya kecakapan secara progresif. Ini dapat juga meningkatkan keselamatan operasi unit yang terkait

Foto : Operation room JAATS sebagai pusat Pemanduan Lalu Lintas Udara di FIR Jakarta

Di Indonesia sendiri, pemandu lalu lintas udara akan diberikan lisensi atau sertifikat kecakapan apabila berusia sekurang-kurangnya 21 tahun, lulus pemeriksaan kesehatan sekurang-kurangnya level 3, lulus pelatihan yang tidak kurang dari 3 bulan di tempat yang diakui secara hukum dan telah menguasai beberapa pengetahuan berikut ini selama menempuh pendidikan dan pelatihan.

Foto : Kabin Tower Bandar Udara Soekarno Hatta

 

Sertifikat Kecakapan tersebut akan diberikan oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, setelah memenuhi persyaratan-persyaratan yang ditentukan sesuai dengan Peraturan Keselamatan Penerbangan Sipil bagian 69.

Kira-kira seperti itu teman-teman apa yang ada di dalam Air Traffic Controller, fungsinya sangat besar, perannya sangat strategis dalam lalu lintas udara di setiap negara bukan? apa jadinya kalau bandara tanpa ATC? bisa-bisa terjadi kecelakaan di udara dan di landasan pacu bandara. Salam! (IMN/Wikipedia)

Share :