BNPT Gandeng PPPI Gelar Pembekalan Antisipasi Terorisme

Jakarta, airmagz.com – Terorisme menjadi persoalan yang serius yang dihadapi hampir oleh seluruh negara di dunia. Sudah banyak korban berjatuhan yang diakibatkan aksi terorisme ini, sehingga perlu dilakukan pencegahan sedini mungkin mulai dari sekup terkecil yaitu keluarga.

Menyadari besarnya dampak yang ditimbulkan, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menggandeng Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) mengadakan kegiatan pembekalan antisipasi terorisme bagi awak pesawat.

Foto : airmagz

Menurut Capt Heri Martanto, Wakil Ketua PPPI, kegiatan pembekalan yang mengambil tema ‘Pemaparan Jaringan Terorisme di Indonesia, Ciri, Karakteristik dan Antisipasinya’ ini bertujuan untuk menambah pemahaman mengenai terorisme terutama yang berdampak terhadap sektor penerbangan. Nantinya petugas bandara maupun awak kabin mempunyai kemampuan mendeteksi segala sesuatu yang akan membahayakan keselamatan penerbangan.

“Bagaimana kita sebagai insan penerbangan sudah mulai mengenal persoalan terorisme dari awal sehingga tidak ada lagi penanganan terorisme ini dengan dasar persepsi. Nantinya kita bisa lebih memahami terorisme, seperti apa ciri dan karakteristiknya,” ujar Capt Heri kepada airmagz.com.

Sektor penerbangan lanjut Capt Heri sangat rentan terhadap aksi terorisme. Bukan hanya hal-hal yang bersifat fisik, seperti pengeboman dan pembajakan tapi perlu juga diwaspadai aksi terorisme gaya baru yang lebih membahayakan seperti cyber attack. Hadir dalam acara tersebut perwakilan dari Airline, ATC (Air traffic Control), Awak Cabin, dan Aviation Security (Avsec).

“Hingga saat ini pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan sudah melakukan yang terbaik dari sisi kebandaraan. System security juga membaik, tidak hanya dilihat secara fisik tapi dokumen penumpang juga diperiksa secara ketat. Dan itu harus kita apresiasi. Secara sistematis yang dilakukan Kemenhub sudah cukup protektif dalam batas-batas yang menjamin keamanan penerbangan,” tambah Capt Heri.

Kendati begitu, Capt Heri melihat permasalahan justru dari besarnya jumlah populasi penduduk Indonesia. Besarnya jumlah penduduk, dengan beragam suku dan agama serta banyaknya jumlah bandara di tanah air membuat tingkat kerawanan menjadi lebih tinggi.

Acara pembekalan yang berlangsung di Ballroom Hotel tangerang ini dihadiri sejumlah narasumber diantaranya: Marsma TNI. Dr. A. Adang Supriyadi (Sekretaris Utama BNPT), Brigjen Pol Eddy Hartono (Direktur Penegakan Hukum BNPT), Brigjen Pol. Ir. Hamli (Direktur Pencegahan BNPT), Capt Heri Martanto (Wakil Ketua Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia) dan Moch Sobri (Ketua IATCA). (SS)

Share :