Tiket Pesawat Mahal, Begini Kata Pengamat

Jakarta, airmagz.com – Polemik harga tiket pesawat masih dikeluhkan masyarakat hingga menjelang mudik Idul Fitri 2019. Menurut pengamat penerbangan Arista Atmadjati perspektif dalam mengamati mahalnya tiket pesawat secara umum tiket penerbangan terbagi beberapa kelas.

Di kelas ekonomi ada 12 macam harga yang disebut sub classes, mulai dari harga ekonomi normal hingga ekonomi promo. Karena itu dalam Permenhub Nomor 79 Tahun 2019 disebutkan ada tarif atas dan bawah untuk mengakomodasi 12 macam harga itu.

“Jadi harga batas atas itu namanya kelas ekonomi normal dan batas atas kelas ekonomi promo. Kemudian tinggal maskapai mau men set up harga range 12 sub classes itu, atau di range sub class itu. Ilmunya namanya revenue management sistem, agar setiap pesawat take off terhindar terbang rugi,” jelasnya

Lebih lanjut ia mengungkapkan, sudah tiga tahun maskapai di Indonesia rugi, karena itu sejak 2001 lahirnya pesawat LCC atau pesawat dengan penerbangan murah. Lalu, adanya LCC dampaknya ke persaingan harga antar maskapai di mana maskapai berlomba memainkan tarif batas bawah dan akhirnya banyak memakan korban alias bangkrut.

“Kalau tarif atas dan bawah dihilangkan untuk sementara waktu bisa jadi tidak kondusif, karena nanti maskapai yang kuat finansialnya bisa set up harga semaunya sendiri. Sebenarnya yg dilakukan maskapai saat ini adalah Gimmick dynamic pricing masih dalam koridor tarif batas atas dan bawah sesuai Permenhub 79 tahun 2019 itu. Mereka melakukukan itu untuk memperbaiki kinerja keuangan yang jeblok tiga tahun terakhir. Terkait peraturan ini harus disosialisasikan juga kepada masyarakat,” pungkasnya.(CNR)

Share :
You might also like