Pesawat Raksasa Stratolaunch Terbang Perdana

Jakarta, airmagz.com – Amerika Serikat baru saja mencetak sejarah baru di dunia penerbangan. Stratolaunch, pesawat raksasa besutan Scaled Composites asal Negeri Paman Sam itu, sukses melakukan uji penerbangan perdananya, pada Sabtu, 13 April 2019 di California.

Berlangsung selama 150 menit, pesawat selebar 385 kaki (sekitar 117 meter) tersebut berhasil mencapai kecepatan maksimum 189 mph pada ketinggian 16.000 kaki tanpa hambatan, berkinerja lancar dan seperti yang diharapkan.

Techspot melaporkan pada 13 April 2019, Stratolaunch adalah pesawat raksasa yang dirancang untuk membawa roket ke stratosfer. Ia memiliki panjang 238 kaki (73 meter) dan tinggi 50 kaki (15 meter).

Berat kosongnya 500.000 pound (250 ton). Jika dengan muatan roket, dapat mencapai 1.300.000 pound (650 ton). Untuk mendorong semua bobot itu, Stratolaunch menggunakan dua pesawat masing-masing dengan tiga mesin Boeing 747 yang dapat membawanya hingga 35.000 kaki dan 2.000 mil di atas permukaan laut (3.704 km).

“Itu adalah momen yang emosional bagi saya, secara pribadi, untuk menyaksikan burung yang agung ini terbang,” kata CEO Stratolaunch, Jean Floyd.

“Kalian semua sangat sabar dan sangat toleran selama bertahun-tahun menunggu kami untuk mengeluarkan burung besar ini, dan akhirnya kami berhasil.”

Sebelumnya, pengumuman resmi perancangan Stratolaunch telah dilakukan pada 2011. Kemudian pada 2016 sempat dijadwalkan uji terbang, namun pesawat tersebut tetap berada di tanah hingga pada Sabtu kemarin berhasil mengudara.

Stratolaunch juga dirancang untuk meluncurkan roket dengan biaya lebih murah dan dari lokasi yang lebih banyak. Sehingga ia dapat lepas landas dari sejumlah bandara besar dan penerbangannya tidak terlalu bergantung pada cuaca.

Menariknya, tak seperti pesawat penerbang roket lain yang hancur setelah meluncurkan misinya, Stratolaunch dapat digunakan kembali.

Stratolaunch dibidani oleh co-founder Microsoft, Paul Allen. Namun, Allen meninggal pada Oktober tahun lalu, sehingga tak dapat menyaksikan penerbangan pertama Stratolaunch. Ini menjadi cerita yang membangkitkan sisi emosi tim pengembang pesawat tersebut.

“Meskipun dia tidak ada di sana hari ini, ketika pesawat terangkat dengan anggun dari landasan, aku membisikkan ‘terima kasih’ kepada Paul karena mengizinkanku menjadi bagian dari pencapaian luar biasa ini,” kata Floyd.

Diketahui, langkah Allen merambah bisnis antariksa karena melonjaknya permintaan akses internet, pencitraan Bumi, data iklim, dan layanan lainnya yang menggunakan jaringan satelit di ketinggian orbit rendah.

Mengenai dimensi Stratolaunch, Chuck Beames, yang mengawasi usaha Vulcan Aerospace, mengungkapkan panjang sayap dari Stratolaunch bisa setara dengan ukuran panjang dari lapangan sepakbola.

“Anda bisa memuat lapangan sepakbola di sini (Stratolaunch),” ucapnya dikutip dari tahun 2016 lalu.

Sementara penerbangan pertama itu mencapai sukses dalam segala hal, masih ada jalan panjang di depan bagi Stratolaunch. Salah satunya harus berkali-kali menjalani tes terbang sebelum diluncurkan secara resmi dan melakukan operasi komersial. (IMN/Viva.co.id)

Share :
You might also like