YIA Siap Beroperasi, Angkasa Pura Simulasi Keadaan Darurat

Jakarta, airmagz.com – PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I menargetkan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) bisa beroperasi pada 29 April 2019. Mendekati masa operasi itu, AP I terus menyiapkan berbagai hal.

Salah satunya termasuk membangun kerja sama lintas sektor untuk menghadapi dan menangani kondisi darurat di lingkungan bandara, terutama airside atau sisi udara di bandara. Kerja sama itu diwujudkan dalam dua komite keselamatan penerbangan, yakni Airport Emergency Committee dan Airport Security Committee.

Komite itu melibatkan banyak pihak, tidak hanya ground support atau petugas airside tetapi juga TNI dan Polri, pemadam kebakaran, hingga puskesmas dan rumah sakit.

Mereka merupakan instansi lintas sektor yang akan menangani setiap keadaan darurat dalam YIA nanti. Lebih dari 200 orang dari berbagai instansi itu mengikuti sosialisasi dan simulasi prosedur rencana penanganan kedaruratan di bandara ini.

Simulasi cukup memacu adrenalin. Skenario dalam simulasi mengambil contoh bagaimana sebuah pesawat yang terbang dari YIA menuju Kuala Lumpur mengalami mati mesin. Pesawat mendarat dan mengakibatkan korban penumpang. Semua instansi bakal bekerja berdasar tupoksi saat menangani korban yang berjatuhan.

“Semua baik pihak penerbangan, ground support, dan eksternal seperti pemadam kebakaran, rumah sakit, dan lain-lain mengikuti table top terkait bagaimana menangani keadaan darurat. Kita praktekkan hari ini,” kata Agus Pandu Purnama, Juri Bicara AP I untuk Proyek YIA, Senin (15/4/2019).

Upaya membangun kerja sama lintas sektor ini tidak hanya kali ini. Rencananya, sosialisasi sekaligus simulasi penanganan kedaruratan di bandara juga akan berlanjut pada 22 April 2019. Mereka akan melibatkan semua maskapai penerbangan.

Pertemuan dengan maskapai akan membicarakan Hazard Identification Risk Assesment (HIRA) di bandara. Di sana, maskapai harus mampu menemukan permasalahan dan mengatasi berbagai persoalan terkait keselamatan penumpang dan penerbangan.

Dengan demikian, tiap maskapai semakin yakin mengoperasikan armadanya di YIA.

Persiapan ini menyusul infrastruktur YIA yang semakin lengkap. Airside atau sisi udara sudah 100 persen jadi. YIA memiliki landasan pacu dengan panjang 3.250 meter, paralel taxiway, hingga apron.

Terminal penumpang seluas 12.120 m2 telah dilengkapi berbagai fasilitas, seperti: X-Ray, meja bar di ruang check in, elevator umtuk barang, televisi tangga berjalan, juga bodyscanner.

Pandu mengatakan, AP juga sudah melengkapi beberapa kekrangan seperti catatan-catatan terkait sisi udara dari inspeksi Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Ia optimistis, sertifikasi untuk YIA dari Kemenhub akan terbit hari ini.

Sementara, ruang tunggu juga sudah dilengkapi kursi, tenant yang masih kosong, maupun sebuah lounge. Juga tampak dua garbarata.

“Garbarata ini bikinan lokal. Banyak sekali keunggulan, selain harga, juga kemampuan menahan sinar dan panas dari luar,” kata Pandu.

Manajer Proyek YIA dari AP I, Taochid Purnomo Hadi mengungkapkan, saat ini progres pembangunan fisik bandara telah melewati 47 persen. Sekalipun demikian, bandara sudah bisa melayani penerbangan.

“Kini tinggal tahap beberapa tes (kemampuan fasilitas yang ada) saja. Kita juga perlu sertifikasi untuk garbarata,” kata Taochid. (IMN/Kompas.com)

Share :
You might also like