Holding BUMN, Ini Kata Angkasa Pura II

Jakarta, airmagz.com – Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) II Muhammad Awaluddin mengungkapkan salah satu manfaat pembentukan holding BUMN penerbangan adalah memperbesar kemampuan finansial dan operasi BUMN yang tergabung dalam holding itu.

“Konsep holding adalah bagaimana memperbesar kemampuan baik secara finansial maupun operasi,” kata Awaluddin saat ditanya wartawan di sela mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau proyek pembangunan runway 3 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin (15/4).

Dia menambahkan, penambahan kapasitas bandara ataupun fasilitas lain ke depannya juga dimungkinkan dilakukan secara lebih cepat bila sudah terbentuk holding karena dilaksanakan dengan proses yang lebih sederhana.

“Kapasitas bandara dan hal-hal yang berkaitan dengan percepatan penambahan kapasitas bisa dilakukan dengan simplifikasi proses yang lebih mudah kalau itu diturunkan ke holding. Tapi menurut saya semua itu sedang dalam kajian,” papar Awaluddin.

Menurut dia, jajaran direksi AP II fokus menyukseskan rencana pembentukan holding BUMN penerbangan karena merupakan cetak biru yang sudah ditentukan oleh Kementerian BUMN.

Terkait Serikat Pekerja Angkasa Pura (Sekarpura) II yang mempertanyakan pembentukan holding BUMN penerbangan, Awaluddin menyebut, sikap Sekapura saat ini masih mengkaji bersama manajemen.

“Mungkin ada pernyataan dari Sekarpura II hari ini bahwa mereka tidak menolak dan juga belum menerima. Mereka masih bersama-sama manajemen melakukan kajian,” ungkap Awaluddin.

Sementara itu, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi akan meminta penjelasan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) soal holding BUMN penerbangan. Rencananya, Menhub akan meminta penjelasan pekan ini. “Ya pertama kali kami minggu-minggu ini akan minta keterangan dari Kementerian BUMN apa yang diusulkan, kami akan bahas dengan Kementerian BUMN,” kata Menhub.

Menurut dia, selain meminta penjelasan, pihaknya juga akan mengusulkan hal-hal penting lainnya terkait pelayanan hingga keselamatan. “Pasti kami ada usul-usul karena ada hal-hal yang berkaitan dengan keselamatan, pelayanan. Selaku regulator, Kementerian Perhubungan memiliki satu kriteria ya baik kepada AP II maupun ke Garuda,” paparnya. (IMN/beritasatu.com)

Share :
You might also like