Cathay Pacific Merugi, Ternyata Kru Maskapai Seorang Pencuri

Jakarta, airmagz.com – Sebuah operasi yang dilakukan manajemen maskapai penerbangan Cathay Pacific terhadap kru kabin mereka membuahkan hasil yang mengejutkan. Ternyata, para kru kabin ini sudah lama mencuri barang-barang “kecil” yang biasa dibawa sebuah pesawat.

Mereka sudah biasa membawa pulang peralatan makan, gelas anggur, sebotol sampanye, bahkan beberapa potong roti. Padahal, barang-barang yang dicuri itu bisa digunakan untuk penerbangan selanjutnya. Akibat perilaku ini, Cathay dirugikan hingga ratusan juta dollar selama beberapa tahun belakangan ini.

Setidaknya enam karyawan, gabungan senior dan yunior, kini diperiksa dan menanti sanksi setelah mereka tertangkap tangan tim keamanan di bandara internasional Hong Kong.

Serikat pekerja kru kabin mengatakan, mereka mendukung langkah ini, tetapi mengkritik cara para kru kabin diperiksa. Serikat berencana untuk mencari bantuan hukum.

Salah satu item paling populer yang kerap hilang adalah es Haagen-Dazs yang disajikan dalam penerbangan. Sudah lama diketahui kru kabin kerap membawa pulang kudapan ini dan menyimpannya di lemari es mereka.

“Setelah menerima laporan meningkatnya properti perusahaan yang hilang, kami informasikan kepada kru kabin bahwa pemeriksaan acak akan dilakukan,” ujar seorang juru bicara Cathay Pacific.

“Kami mengatasi masalah ini dengan cara yang adil dan masuk akal sesuai dengan prosedur standar internal,” kata dia.

Ed Higgs, manajer layanan penerbangan, mengatakan bahwa para karyawan akan diperiksa tim keamanan saat meninggalkan pesawat.

“Setiap barang yang kemungkinan Anda bawa saat atau setelah meninggalkan pesawat adalah properti perusahaan,” ujar Higgs.

Ketua Serikat Kru Kabin Cathay Pacifik Vera Wu Yee-mei, yang mewakili 7.000 karyawan maskapai ini, mengatakan, pencurian kecil-kecilan semacam ini memang merupakan pelanggaran kebijakan perusahaan.

Namun, Vera mengkritik cara petugas memeriksa para karyawan dan pihaknya akan mencari bantuan hukum.

“Semua staf memahami ada kebijakan yang diumumkan lewat intranet perusahaan. Anda akan mempertaruhkan pekerjaan hanya demi air minum, roti, atau pena,” kata Vera.

Vera menambahakn, solusi terbaik adalah adanya saksi mata independen untuk mengawasi pemeriksaan karyawan. Vera meyakini alasan di balik operasi ini adalah membengkaknya biaya dan bukan soal menegakkan aturan semata.

Sementara itu, seorang pramugari yang tak mau disebutkan namanya mengatakan, kru kabin biasa mengambil makanan yang mereka pikir akan dibuang.

Apalagi, kata dia, Cathay biasanya selalu berlebihan dalam menyediakan makanan bagi penumpangnya. Aturan keamanan dan kesehatan makanan juga melarang pemindahan makanan dan minuman dari pesawat. Kecuali botol minuman alkohol yang belum dibuka atau kaviar. (IMN/Kompas.com)

Share :
You might also like