ESQ 165 Deklarasikan ”Moh Limo” untuk Indonesia Emas

Jakarta, AIRMAGZ- ESQ 165 beserta Forum Komunikasi Alumni (FKA) menggelar deklarasi  “Moh Limo” pada Sabtu (16/5) sebagai bentuk perhatian terhadap pembangunan karakter generasi emas sebagai bentuk karakter Bangsa lndonesia.

Dalam sambutannya Ketua Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Ary Ginanjar Agustian mengatakan perhatian ini merupakan perpaduan nilai-nilai dan sifat kepribadian yang melekat pada diri seseorang, yang pada hakekatnya terkait dengan prinsip-prinsip jati diri berupa moral dan etika yang dimiliki serta yang ada pada diri seseorang.

“Tidak hanya itu, mempertimbangkan kondisi bangsa saat ini yang membutuhkan perhatian sangat khusus di berbagai bidang, menjadi kepedulian ESQ 165 beserta Forum Komunikasi Alumni (FKA) untuk memberikan sumbangsih dengan dukungan pemerintah dan seluruh Iapisan masyarakat,” kata Ketua Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Ary Ginanjar Agustian usai diskusi panel Deklarasi ”Moh Limo” dalam rangka Milad ESQ ke-15 bersama para menteri dan pejabat Negara, serta para artis yang memiliki kepedulian dan juga alumni ESQ.

Kepeduiian ESQ 165 dan FKA tersebut meliputi beberapa halnya seperti ideologi Pancasila yang sudah banyak ditinggalkan oleh bangsa dan masyarakat Indonesia baik sebagai ldeologi negara maupun sebagai falsafah kehidupan bangsa, sehingga Pancasila hanya diperingati pada hari Kesaktian Pancasila tanpa diingat kembali kapan Lahirnya Pancasila.

Kemudian politik praktis yang dilakukan para politikus tanpa memperhatikan etika dan tata cara berpolitik yang sopan dan memudarnya rasa malu. Belum lagi bidang ekonomi yang banyak dipengaruhi oleh faktor investasi, permodalan, atau bantuan serta teknologi luar negeri yang kurang memperhatikan dampak pada ekonomi nasional dan nasionalisme.

Hal-hal tersebut yang menjadi perhatian khusus ESQ 165 bersama para alumni dan dikemukakan secara tegas pada saat Milad ESQ yang ke-15. Pernyataan bersama ini sekaligus sebagai gerakan yang terkonsisten dan terkordinir yang akan dilakukan oleh ESQ dan FKA sesegera mungkin untuk menyingsingkan lengan membantu negara dan generasi tercinta.

Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ 165 mendeklarasikan Program ”Moh Limo” bersama para tokoh seperti menteri dan pejabat negara serta pegiat seni terkenal Indonesia bertepatan dengan Milad ke—15 di Granada Ballroom, Menara 165, TB. Simatupang, Jakarta Selatan, Sabtu (16/05). Moh Limo adalah falsafah yang diajarkan oleh Sunan Ampel beberapa abad Ialu, yaitu tidak mau melakukan 5 hal tercela.

Adapun Deklarasi Nasional ”Moh Limo”, antara lain :

  1. Moh Madat, atau tidak menghisap candu, ganja, narkoba dan lainnnya.
  2. Moh Ngombe, atau tidak mau minum minimuan keras/memabukan.
  3. Moh Maling, atau tidak mau korupsi serta mencuri.
  4. Moh Main, atau tidak mau berjudi.
  5. Moh Madon, atau tidak mau terlibat pergaulan bebas/berzina.

”Kami FKA ESQ berkomitmen untuk sesegera berkontribusi pada bangsa dan Negara lewat Deklarasi Moh Limo (M 5) ini. Kami harap pemerintah dan seluruh elemen masyarakat dapat membantu dan melakukan kegiatan yang sama demi terbangunnya karakter bangsa dan terselamatkan generasi emas untuk lndonesia masa depan,” terang Ary.

Menurut Ary, selain didukung oleh pemerintah dan lembaga Iainnya yang khusus membidangi karakter dan anti narkoba, FKA ESQ juga didukung penuh oleh para artis yang peduli akan kondisi lemahnya karakter bangsa dan pengaruh dari 5 hal yang tidak baik yang merusak generasi muda Indonesia. Kondisi yang diharapkan, Ianjut pakar pembangunan karakter ini, adalah mengembalikan kondisi masyarakat Indonesia berpaling kembali ke nilai-nilai luhur Pancasila dimulai dari diri sendiri, keluarga, lingkungan tempat tinggal, lingkungan kerja dan meluas sampai lingkungan kota, provinsi dan negara.

”Ini membutuhkan dukungan kuat dari pemerintah. Kita semua harus berupaya mengembalikan bangsa lndonesia yang pada hakekatnya memiliki sikap dan perilaku yang berprinsip pada karakter santun, berbudi pekerti, ramah dan memiliki jiwa bergotong royong yang menjadi prinsip hidup nenek moyang bangsa lndonesia serta membangun karakter generasi emas lndonesia berarti membangun karakter generasi emas bangsa, Kita upayakan terbebaskannya negara, bangsa dan masyarakat dari bahaya kelahatan korupsi, kejahatan remaja dan khususnya kejahatan narkoba yang menjadi salah satu program utama pemerintah,” tegas Ary Iagi.

Dalam melakukan program tersebut, ESQ bersama FKA ESQ akan mengedepankan visi, misi, dan 7 Budi Utama. Visinya yaitu, ”Terwujudnya Peradaban Emas dan Kehidupan yang Penuh Arti Bagi Berjuta Manusia Di Dunia”. Misi, Tahun 2020, terwujudnya indonesia Emas I, yaitu indonesia Berkarakter — Tahun 2030, terwujudnya Indonesia Emas II, yaitu indonesia Sejahtera – Tahun 2045, terwujudnya indonesia Emas HI, yaitu Indonesia Adidaya. Serta 7 Budi Utama yang sangat mempengaruhi sifat dan moral bangsa antara iain, jujur, tanggung jawab, visioner, disipiin, kerjasama, adil dan peduli.

Share :
You might also like