Insiden 737 Max 8, Boeing Tak Pernah Beri Tahu Sistem Terbaru ke Pilot

Jakarta, airmagz.com – Sebuah rekaman pembicaraan antara para pilot dengan petugas resmi Boeing terungkap. Rekaman pembicaraan ini dilakukan beberapa minggu setelah pesawat Boeing 737 Max milik Lion Air yang jatuh ke perairan Laut Jawa Oktober lalu.

Pertemuan yang berlangsung November 2018 itu dilingkupi ketegangan dan frustasi. Pertemuan ini terjadi sebulan setelah kecelakaan Lion Air dan empat bulan sebelum kecelakaan Ethiopian Airlines.

Dalam rekamanan itu, terdengar seorang pilot menghardik Boeing dengan alasan tidak memberi tahu mereka soal adanya sistem kendali penerbangan pada pesawat itu. Anomali pada sistem kendali penerbangan inilah yang diduga menyebabkan jatuhnya Lion Air dan Ethiopia Airlines.

“Kami berhak mengetahui apa yang ada di pesawat kami,” seru salah satu pilot dari persatuan pilot di Amerika Serikat (AS) dalam rekamanan itu.

“Saya tidak setuju,” jelas petugas resmi Boeing.

Para pilot marah kepada Boeing karena merka tidak diberitahu sama sekali soal adanya sistem otomatis itu pada pesawat mereka sampai kecelakaan Lion terjadi.

“Para pilot ini bahkan tidak tahu soal sistem sialan itu ada di pesawat – tak ada siapapun yang tahu,” hardik pilot lainnya.

Vice President Boeing Mike Sinnett yang tampak tidak mengetahui kalau pembicaraan itu direkam menjelaskan bahwa perisitwa Lion Air itu kemungkinan hanya terjadi satu kali dalam seumur hidup.

“Saya tidak tahu kalau pemahaman dari sistem ini akan mengubah peristiwa itu atau tidak. Ketika Anda menerbangkan pesawat ini, mungkin Anda tidak akan pernah melihat tanda peringatan itu. Sehingga, kami mencoba tidak membanjiri pilot dengan berbagai informasi yang tidak perlu. Sehingga mereka cukup tahu hal-hal yang menurut kami penting,” seperti dikutip CBSNews.

Tapi para pilot tampak tidak puas dengan jawaban itu. Sebab, mereka menyebut mereka adalah yang mengoperasikan langsung pesawat tersebut. Mereka pun mendesak Boeing untuk segera memperbaiki masalah kendali penerbangan itu.

Namun, petinggi Boeing menyebut mereka tak ingin terburu-buru menangani masalah ini dan memastikan kalau mereka memperbaiki hal yang benar.

Sinnet menyebut perusahaannya tengah memperkirakan penyebab jatuhnya pesawat apakah terkait kesalahan desain pesawat, termasuk perangkat lunak anti jatuh (anti-stall) mereka.

Namun, ia mengelak sistem baru itu yang menjadi penyebab tunggal terjadinya kecelakaan Lion Air yang menewaskan 189 orang. Boeing menolak berkomentar terkait rekaman pertemuan ini.

“Kami fokus bekerjasama dengan pilot, maskapai penerbangan, dan regulator global untuk melakukan sertifikasi pembaruan (software) Max dan menyediakan pelatihan dan pendidikan tambahan (kepada para pilot),” seperti terungkap dalam pernyataan Boeing kepada The New York Times.  (IMN/CNNIndonesia.com)

Share :
You might also like