Buntut Kecelakaan, Boeing Sepi Pesanan

Jakarta, airmagz.com – Produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS), Boeing mencatatkan tak ada pesanan baru pada April 2019, buntut dari kecelakaan pesawat 737 Max 8 milik Lion Air dan Ethiopian Airlines.

Dikutip dari CNN, laporan perusahaan yang dirilis Selasa (14/5) menyebut tidak hanya Boeing 737 Max yang tak menerima pesanan baru sejak dikandangkan pada 13 Maret lalu, Jet Boeing lainnya, seperti 787 Dreamliner atau 777 juga tak mendapatkan pesanan baru bulan lalu.

Boeing melaporkan masih menerima pesanan pada pesanan jet lainnya pada akhir Maret, bahkan setelah kecelakaan yang dialami Ethiopian Airlines. Lufthansa memesan 20 pesawat jet 787 pada 15 Maret, sedangkan British Airways memesan 18 pesawat pada 777X pada 22 Maret.

Sementara satu-satunya pesanan yang dilaporkan oleh Boeing untuk April adalah pembukuan empat pesawat 737 Max yang sebelumnya telah dijual ke Boeing Capital dipindahkan ke perusahaan penyewa pesawat yang tak dikenal bulan lalu. Boeing tidak menganggap itu sebagai pesanan baru.

Sebagai gantinya, perusahaan mereklasifikasi penjualan yang sudah dilaporkan pada kuartal pertama.

Tidak satu pun dari model jet Boeing lainnya yang mengalami kecelakaan,dan maskapai penerbangan belum melaporkan masalah keselamatan selain 737 Max.

“Masalah 737 Max menjadi alasan maskapai menahan pesanan untuk jet lain,” kata Philip Baggaley, analis kredit utama untuk sektor transportasi untuk Standard & Poor’s.

Ia menilai Boeing perlu mempertimbangkan untuk menurunkan harga, mengingat masalah yang dialami jenis pesawat 737 Max.

“Mungkin harga yang lebih rendah untuk pesanan di masa depan, atau perubahan lain dalam pesanan itu. Mungkin ada hal-hal yang dapat dilakukan untuk mendatangkan pesanan,” jelas dia.

Pejabat sejumlah maskapai, termasuk Norwegian Air dan United Airlines (UAL) mengaku berharap untuk mencapai kesepakatan dengan Boeing mengenai beberapa bentuk kompensasi atas dampak yang timbul akibat 737 pesawat Max yang mereka miliki.

Pesanan pesawat baru memang biasanya melambat pada awal tahun, baik pada Boeing maupun Airbus. Boeing juga sudah mencatatkan pesanan yang sangat bagus pada kuartal pertama tahun ini bahkan mengalahkan Airbus, sebelum jatuhnya pesawat Ethiopian Airlines.

Selain faktor-faktor itu, Paris Air Show bulan depan juga menjadi faktor lambatnya pesanan pesawat. Ini adalah salah satu acara utama industri penerbangan, di mana pesanan baru sering diumumkan.

Di luar faktor musiman, Boeing melaporkan 76 pesanan pesawat pada April 2018. (IMN/CNNIndonesia)

Share :
You might also like