Philippine Airlines Mendarat Darurat, Ada Penumpang Akan Melahirkan

Jakarta, airmagz.com – Sebuah pesawat Philippine Airlines yang berangkat dari Riyadh dengan tujuan Manila harus mendarat darurat di India setelah salah seorang penumpangnya akan melahirkan.

Dilansir The Hindu, perempuan penumpang itu tengah mengandung 35 minggu dan baru dijadwalkan untuk melahirkan tiga pekan mendatang.

Namun tak lama setelah pesawat lepas landas, dia mengalami nyeri persalinan dan akan melahirkan. Pilot Philippine Airlines pun memutuskan untuk mengalihkan penerbangan menuju bandara internasional Rajiv Ghandi di Hyderabad, saat pesawat terbang di atas wilayah udara India.

Setelah pesawat mendarat di bandara Hyderabad, tim dokter yang telah menanti segera masuk ke pesawat dan memulai proses kelahiran di ruang kosong di belakang barusan kursi penumpang.

Proses kelahiran berlangsung secara normal dan seorang bayi perempuan pun lahir di dalam pesawat pada dini hari tanggal 8 Mei lalu.

Ibu dan bayi yang masih terhubung dengan tali pusat segera dipindahkan menuju Rumah Sakit Bersalin Apollo Cradle di Jubilee Hills, Hyderabad, untuk mendapat perawatan medis lebih lanjut.

“Proses kelahiran berjalan secara normal. Tetapi sang ibu mengalami pendarahan dan mendapat sobekan kecil sehingga membutuhkan perawatan medis,” kata dokter Archana Reddy, konsultan junior di Apollo Cradle, yang merupakan bagian dari tim yang membantu proses kelahiran.

Tali pusat bayi tidak langsung dipotong setelah kelahiran lantaran tim dokter yang membantu proses kelahiran dilarang membawa pisau maupun alat-alat operasi lainnya ke dalam pesawat dengan alasan keamanan.

“Karena semua peralatan yang kami butuhkan adalah instrumen tajam seperti pisau dan gunting, kami tidak bisa membawanya ke dalam pesawat karena alasan keamanan.”

“Kami tidak dapat sepenuhnya memisahkan plasenta dan tali pusat. Barulah setelah melahirkan, ibu dan bayi dipindahkan ke rumah sakit dengan ambulans,” tambah dr Reddy.

Bayi perempuan itu lahir dengan berat sekitar 3,2 kilogram dan segera dimasukkan ke Unit Perawatan Intensif Baru Lahir (NICU).

Ditambahkan kepala departemen pediatri dan neonatologi rumah sakit Apollo Cradle, dr Suresh Kumar, mengatakan, bayi itu segera mendapat perawatan medis dan saat ini sudah sehat untuk melanjutkan perjalanan ke negaranya. (IMN/Kompas.com)

Share :