Balai Kesehatan Penerbangan Laksanakan Tes Urine Crew Penerbangan

Jakarta, airmagz.com – Salah satu faktor yang menjadi fokus Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, dalam melayani Angkutan Lebaran 2019 adalah memastikan awak penerbangan bebas dari penggunaan Narkoba. Guna menjamin hal tersebut, Ditjen Hubud melalui Balai Kesehatan Penerbangan melaksanakan RUN (Rapid Urine Napza ) random check yang dilakukan di beberapa bandara di Indonesia terutama di Bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng, Banten dan Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, menegaskan bahwa salah satu syarat wajib bagi seluruh awak penerbangan adalah bebas dari Narkoba.

“Bersih dan bebas dari Narkoba menjadi syarat mutlak bagi seluruh penyedia jasa layanan penerbangan, tidak hanya saat angkutan lebaran tapi kapan pun mereka ingin terbang harus bebas dari narkoba!”, tegas Polana.

Dari seluruh awak penerbangan yang menjalani test rapid urine napza (RUN) random check yang terdiri dari pilot, engineer, Flight Attendant, FOO dan personel ATC, seluruhnya harus bebas dari narkoba.

Kepala Balai Kesehatan Penerbangan, Sri Murani Ariningsih menyatakan sampai saat ini tidak ada temuan mayor terkait awak penerbangan yang menggunakan obat terlarang.

“Sampai saat ini belum ada awak penerbangan yang terindikasi positif menggunakan obat terlarang, hanya beberapa ditemukan positif mengkonsumsi obat anti nyeri dan akan dilakukan pemeriksaan lanjutan di BLU Balai Kesehatan Penerbangan atau Labkesda”, jelas Sri.

Kewajiban bagi awak penerbangan yang bebas dan bersih dari penyalahgunaan dan penggunaan Narkoba diatur dalam CASR atau Civil Aviation Safety Regulation yaitu CASR 121.535 tentang Pemeriksaan Medis untuk Pilot, Kru Kabin, dan engineer sebelum Melakukan Tugasnya, CASR 91.17 tentang Alkohol Atau Narkoba dan CASR 61.15 tentang Pelanggaran yang Melibatkan Alkohol atau Narkoba. (IMN)

Share :
You might also like