Libur Lebaran, Dua Objek Wisata yang Dikelola PT WWS Alami Lonjakan Pengunjung

Sawahlunto, airmagz.com – Berbagai objek destinasi wisata di Sumatera Barat penuh sesak oleh pengunjung, tak terkecuali Kota Sawahlunto sebagai pioneer, masih mampu bertahan mendulang rupiah untuk menutupi kerugian BUMD PT Wahana Wisata Sawahlunto (PT WWS) sebesar Rp 1,8 milyar.

Pantauan airmagz.com, liburan panjang Idul Fitri 1440 Hijriyah, pengunjung terlihat cukup padat, seperti di kawasan destinasi taman konservasi Kandi yang di kelola PT WWS kembali jadi trend setelah mengoleksi dua harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatera) hasil peranakan harimau pejantan yang ditangkap di Desa Taratak Boncah, Sawahlunto, dengan betina hasil tangkapan dari Kabupaten Sijunjung beberapa tahun silam.

Foto : Airmagz

Staf Umum dan Marketing PT WWS Ika Alusi, kepada airmagz.com, Sabtu (9/6) mengatakan, terjadi peningkatan kunjungan dari tahun sebelumnya setelah BUMD tersebut terdagrasi kerugian cukup besar hingga Rp1,8 milyar yang berdampak mundurnya Direktur Gannoffahlis,SH di akhir 2018 lalu.

Menurut Ika Alusi, biasa dipanggil Ibeng, selama liburan Idul Fitri 1440 Hijriyah ini (1 s/d 9/6), terjadi lonjakan pengunjung di dua lokasi yang dikelola PT WWS seperti objek waterboom Muaro Kalaban dan kawasan wisata konservasi Taman Kandi, Desa Kolok Nan Tuo, Sawahlunto.

“Liburan Idul Fitri tahun ini berdampak positif naiknya angka kunjungan setiap hari diatas 5.500 orang yang dihitung berdasarkan jumlah karcis terjual seharga @ Rp 15.000 per orang. Kami optimis mampu meraih target capaian hingga Rp 3 milyar dalam sepekan ini dari dua destinasi itu, sehingga mampu menutupi kerugian sebesar Rp 1,8 milyar tersebut,” ungkap Ibeng.

Diutarakannya, peningkatan kunjungan di kedua destinasi karena adanya pembenahan dan pembaruan yang terjadi seperti, adanya koleksi baru dua spesies kelompok primates harimau Sumatera yang baru saja didatangkan dari taman konservasi Kinantan Bukittinggi 2 Mei 2019.

Kedua harimau tersebut menurut Ibeng, merupakan hasil pengembangbiakan pejantan dari Tak Boncah dan betina dari Kab.Sijunjung yang berhasil diperangkap warga beberapa tahun silam. “Kedua harimau itu asli panthera tigris Sumatera asal Sawahlunto dan Sijunjung” tambahnya.

Selain harimau kembali mempopulerkan destinasi Kandi yang sempat terseok-seok, wahana pendukung lainnya tak kalah menarik dilokasi yang sama, seperti berbagai permainan air seperti, naga boat, speedboat, kereta air, dan lainnya. Pengunjung juga dimanjakan dengan naik keledai, gajah, serta bermain flying fox diatas permukaan danau Kandi.

Taman konservasi Kandi saat ini memiliki 71 satwa, 14 spesies dari jenis primata, mamalia, reptil, karnifora, dan jenis aves atau burung.Namun sayang, pihak pengelola tidak melengkapi nama-nama spesies tersebut di atas papan stand yang ada didepan disetiap kandang spesies itu.

Situasi dan kondisi kedua destinasi terlihat aman, karena di lokasi itu ada pos pengamanan lebaran yang didirikan Polres setempat berkoordinasi dengan pihak terkait. Meski sebelumnya, sempat terjadi persoalan kecil terkait penarikan retribusi parkir yang tak sesuai ketentuan berlaku. Namun setelah dimediasi berbagai pihak, persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan bijaksana. (IY)

Share :