Pesona Sawahlunto Menuju Surga Wisata

Jakarta, airmagz.com – Enchanting Sawahlunto, menuju surga wisata, sempat terkubur dalam satu periodesasi retorika, ketika sang pioneer pemimpi “gila” Amran Nur menuntaskan separuh mimpinya dalam satu dekade kekuasaan.

Namun, mimpi itu sempat terganjal ketika sang legendaris wafat, lalu mimpi itupun terkubur ditengah kebijakan setengah abu-abu, egoistik dan ambisiustik pemimpin setelahnya.

Kini, oportinitas tentang Kota Sawahlunto kembali bangkit, ketika pasangan Walikota Deri Asta dan Wakil Walikota H.Zohirin Sayuti tampil dengan eksistensi baru, akan mengukir kembali Sawahlunto sebagai the heritage destination sehingga wisatawan dapat menikmati senja indah dari Puncak Cemara, sebuah taman leasure dihiasi panorama alam bagaikan “kuali besar” yang berada ditengah lembah jajaran Bukit Barisan.

Foto : Airmagz

Pada lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah lalu, destinasi Puncak Cemara menunjukan tanda adanya pembaruan yang tampak bagaikan matahari muncul perlahan disela belahan bukit, diatas horizon yang membentang tinggi di ufuk timur. Beberapa wahana seperti balon statis cantik tampil menggoda wisatawan untuk berswafoto dengan latar belakang kota tambang bersejarah.

Walikota Deri Asta, kepada airmagz.com mengatakan, pihaknya akan terus membenahi objek wisata yang ada, menambah jenis wahana permainan menarik, dan akan mengembangkan semua potensi destinasi yang memiliki Sawahlunto aagar berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Lebaran Idul Fitri 1440, dan liburan panjang beberapa hari lalu jadi momentum dan evaluasi untuk mengembangkan destinasi wisata Sawahlunto yang lebih inovatif, dinamis, dan eksotis, sehingga mampu bersaing dengan daerah lain yang kini tengah meramu objek destinasi baru yang tak kalah memikatnya.

Kota Sawahlunto, salah satu kota pioneer yang berhasil menorehkan sejarah sebagai kota destinasi wisata di Sumatera Barat berkat inovasi dan getolnya Amran Nur membangun waterboom di Muaro Kalaban, Lubang Tambang Mbah Suro, Museum Goedang Ransum, Museum Kereta Api,Taman Konservasi Kandi, panorama Puncak Cemara, Desa Wisata Rantih, dikolaborasi dengan tumbuhnya sektor ekonomi kreatif dan 60 homestay menjadi bukti, mimpi “gila” Amran Nur jadi kenyataan.

Inilah yang menginspirasi Deri Asta dan Zohirin Sayuti untuk terus menggelorakan semangat pemimpin lokal kharismatik sekelas almarhum Amran Nur itu. Namun, semua itu butuh dukungan semua pihak termasuk legislatif dan masyarakat.

Menurut Deri Asta, untuk membangkitkan pertumbuhan ekonomi disektor industri kepariwisataan dibutuhkan berbagai pembaruan baik infrastruktur, sarana dan prasarana, karakter dan budaya masyarakat selaku tuan rumah, sehingga lahirlah pola pembangunan inovatif dan futuristik.

Kini, ungkap Deri Asta dan Zohirin, Tambang Ombilin, Sawahlunto, tengah berjuang memperoleh pengakuan United Nations Educatuionnal, Scientific and Culture Organitation (UNESCO) sebagai warisan dunia (world heritage) bersama Kota Yogjakarta. Insya Allah, akhir Juni hingga Juli 2019 ini, tim independen ICOMOS akan bersidang di Azerbaijan untuk menentukan nasib Tambang Ombilin Sawahlunto dan Yogjakarta, apakah masuk dalam peta baru world heritage 2019-2021.

“Kita sudah melakukan penyusunan dokumen penunjang usulan world heritage tersebut ke UNESCO. Mari doakan Tambang Ombilin sawahlunto meraih pengakuan sebagai kota warisan dunia. Jika ini berhasil, akan jadi promosi dan nilai tambah terhadap peningkatan kunjungan wisatawan ke kota yang dulu biasa disebut kolonial Belanda Loento Kloof ini

Sementara, Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Efrianto,S.Sos,MM menyebutkan, indikator pertumbuhan angka kunjungan wisatawan kedepan cukup memberi gambaran positif.

Hal ini terlihat selama 9 hari liburan lebaran tercatat sekitar 50.437 wisatawan datang ke kota kelahiran Prof.Dr.Moh.Yamin ini. Mereka datang menyebar di berbagai objek destinasi seperti waterboom, Taman Konservasi Kandi, Puncak Cemara, museum, Geopark Silungkang, dan Danau biru yang dikelola secara mandiri oleh masyarakat. Angka itu diperoleh berdasarkan dari jumlah karcis retribusi terjual.

“Signifikansi angka kunjungan didominasi wisatawan domestik selama liburan lebaran cukup positif dan naik dari tahun sebelumnya. Hal ini terdampak oleh adanya kebijakan dan dukungan Kepala Daerah untuk melakukan pembaruan dan inovasi disemua destinasi wisata” ungkap Efrianto.

Salah satunya membangkitkan kembali branding image Taman Wisata konservasi Kandi dengan mengkoleksi dua harimau Sumatera yang masih muda. Kemudian dihadirkannya wahana baru balon dan gantole statis yang mengundang hasrat ribuan wisatawan hadir di objek wisata Puncak Cemara” tuturnya. (IY)

Share :
You might also like