Dalami Fintech demi Cita-Cita Mulia

Jakarta, airmagz.com – Berkecimpung di bisnis telekomunikasi selama hampir 15 tahun dengan berbagai posisi telah mematangkan kesadaran Zulhajar tentang pentingnya teknologi. Rupanya, keseriusannya di bidang tersebut selaras dengan cita-citanya sejak semula yang ingin memberikan kemudahan dan benefit bagi masyarakat.

Bahkan saking seriusnya, pria kelahiran Jakarta, 27 November 1977, ini dulu pernah berkeinginan menciptakan teknologi yang mungkin dianggap tidak masuk akal oleh sebagian orang, misalnya membuat ponsel bagi orang-orang buta dengan metode voice to text dan text to voice.

“Saya juga pernah punya mimpi membuat teknologi transfer sinyal dan transfer baterai bagi mereka yang kesulitan sinyal atau isi baterainya habis,” tutur mantan karyawan Bakrie Telecom ini kepada Airmagz.

Saat masih bekerja di Bakrie Telecom pun, idenya tentang produk SMS yang cost-nya per karakter berhasil diimplementasikan.

“Yang membuat saya bangga, layanan SMS yang biayanya berdasarkan jumlah huruf itu adalah satu-satunya di dunia, dan menjadi salah satu produk yang memberikan keadilan bagi para penggunanya,” kenang Zulhajar.

Bisa jadi, ketertarikan yang sangat besar terhadap teknologilah yang membuat Zulhajar akhirnya melabuhkan karirnya ke Cashlez, sebuah perusahaan di bidang financial

technology (fintech), dan mendapat kepercayaan sebagai business development manager.

Bagi pria berkaca mata ini, banyak hal yang bisa dilakukan di industri fintech karena merupakan perpaduan sempurna antara dunia ekonomi dan teknologi. “Apalagi industri fintech

saat ini sedang booming,” ungkapnya.

Meski demikian, kesibukan di Cashlez tidak mampu menghapus kebiasaan Zulhajar yang acap keluyuran ke luar kota untuk menemukan hal-hal baru. Baginya, mendatangi tempat-tempat unik, apalagi yang berbasis alam, adalah terapi jitu penyeimbang jiwa.

“Mencium bau rumput kala hujan, jalan-jalan ke hutan yang sejuk dan rindang adalah bagian dari cara saya me-recovery semangat. Saya juga suka sekali duduk di batang kayu, bebatuan,

menyelupkan kaki ke air sungai. Itu aktivitas yang paling bisa menjelaskan arti surga di dunia,” tuturnya.

Menurut Zulhajar, salah satu tempat yang cocok untuk “berkatarsis” tadi adalah Geopark Ciletuh di Sukabumi.

“Selain murah dan lokasinya tidak terlalu jauh, di sana juga ada banyak spot menawan, mulai dari pantai, bukit, air terjun, sawah, hingga sungai,” tutur pria yang ingin sekali suatu saat nanti

mengunjungi makam Nabi Muhammad ini.

Share :