ZID Zwift Indonesia, Pelopor Balapan Sepeda Indoor

Olah raga balap sepeda adalah hal yang menyenangkan dan sangat bermanfaat bagi kesehatan. Sayangnya, jenis olah raga ini rentan berhadapan dengan kecelakaan di jalan raya. ZID Zwift Indonesia memperkenalkan cara aman dan nyaman berolahraga balap sepeda tanpa dihantui kecelakaan.

Minggu pagi (11/3), suasana di teras restoran Walking Drums yang terletak di wilayah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tampak berbeda dibanding hari-hari biasanya. Sekitar belasan pesepeda atau cyclist hadir di sana, lengkap dengan kostum, helm, serta atribut-atribut yang berhubungan erat dengan sepeda khusus balap.

Foto : Dok ZID Zwift

Ada dua buah sepeda balap yang diparkir di sisi kanan teras restoran. Dan masingmasing roda belakang sepeda itu terhubung dengan sebuah mesin atau yang sering disebut indoor trainer. Ada pula dua unit layar LCD lumayan besar di depan masing-masing sepeda balap tadi, lengkap dengan kabel dan beberapa alat pendukung lainnya.

Hari itu, komunitas ZID Zwift Indonesia (komunitas penggemar sepeda balap dengan teknologi zwift) tengah menggelar acara launching sebuah produk smart trainer baru dengan tema “Introducing The Brand NEW Smart Trainer: Elite Direto”. Acara khusus yang dilangsungkan sejak pukul 9.00 hingga pukul 13.00 ini juga dimeriahkan oleh ajang “Zwift Challenge” bagi para membernya.

Dalam “Zwift Challenge”, para member ZID yang dalam satu menit mampu mengayuh smart trainer dengan jarak terjauh akan mendapatkan hadiah yang sangat menarik. Ada sekitar tujuh peserta putra dan tiga peserta putri yang ambil bagian dalam ajang challenge ini.

Menurut Iman Santoso, Presiden ZID Zwift Indonesia, acara “Zwift Challenge” merupakan salah satu acara fun competition yang biasanya dilakukan setiap dua atau tiga tahun sekali. Sedangkan launching smart trainer adalah acara yang sering dilakukan seiring dengan munculnya merek-merek indoor trainer baru.

Santoso bercerita, komunitas ZID Zwift Indonesia lahir pada tahun 2016 berbarengan dengan booming-nya aplikasi sepeda indoor cycling yang berbeda dengan aplikasi yang sudah ada sebelumnya. Kata Santoso, kemunculan komunitas ini dilatarbelakangi oleh kebosanan rekan-rekannya yang menjalani indoor training cycling.

“Mereka jenuh mengayuh sepeda sambil menghadap tembok. Lalu saat teknologi zwift menawarkan aplikasi yang bisa dilihat bareng-bareng, bisa riding bareng-bareng, dan bisa balapan secara virtual real time dengan orang-orang di seluruh dunia, maka banyak yang akhirnya memilih aplikasi ini,” papar Santoso kepada Airmagz.

Jadi, Santoso menjelaskan, sebenarnya aplikasi zwift ini adalah solusi untuk orangorang yang tinggal di kota-kota besar, di mana mereka sudah tidak bisa menemukan waktu dan tempat lagi untuk berolah raga sepeda.

Berawal dari Kecelakaan

Santoso mengaku, sebenarnya ia memilih aplikasi zwift pasca dirinya mengalami kecelakaan saat bersepeda di akhir tahun 2015. Waktu itu sepedanya menabrak sesuatu di daerah Semanggi. Badannya terbentur aspal, sedangkan sepedanya hancur. Setelah kecelakaan itu, Santoso berpikir bagaimana caranya bisa tetap berolah raga dengan cara yang aman tapi porsi gerakannya bisa disesuaikan dengan kemampuan fisiknya. “Dari sanalah akhirnya saya memilih aplikasi zwift ini,” tuturnya mengenang.

Foto : Dok ZID Zwift

Apalagi, Santoso menambahkan, di tahun 2016 ia harus melatih kemampuan fisiknya sebagai persiapan untuk mengikuti lomba triathlon di level Ironman. “Jadi saya harus latihan minimal satu jam setiap hari. Kalau saya harus latihan ke luar rumah kan tidak sempat karena harus berangkat kerja seiap jam 8 pagi. Jadi aplikasi ini sangat cocok buat saya,” tuturnya.

Menurut Santoso, di tahun 2016, aplikasi sepeda zwift sudah booming di Amerika dan Australia. Sementara jumlah orang Indonesia yang tahu teknologi ini sangat sedikit atau bisa dihitung dengan jari.

Lalu Santoso bersama beberapa rekannya yang sama-sama memiliki hobi serta ketertarikan berlebih pada sepeda melakukan per temuan dan berdiskusi untuk memperkenalkan aplikasi ini.

“Dari yang semula hanya empat orang, akhirnya member kami sekarang hampir mencapai 1.000 orang di seluruh Indonesia. Member paling banyak ada di Jakarta, sekitar 400-an orang. Member terbanyak berikutnya ada di Surabaya dan Medan,” paparnya.

Untuk dapat saling berkomunikasi, kata Santoso, para member ZID bisa menggunakan fasilitas Facebook dan Whatsapp. Melalui social media itu, mereka saling bertukar informasi, misalnya untuk menentukan waktu dan tempat untuk “gowes bareng”, baik secara real atau melalui virtual.

Dari yang Termahal hingga Termurah Santoso menjelaskan, untuk menggunakan aplikasi zwift, pengendara sepeda harus memiliki indoor trainer, komputer lumayan canggih (spek untuk game) dan terhubung dengan internet, speed sensor, cadence meter, ANT, dan USB Dongle.

Pengendara sepeda zwift, kata Santoso, bisa berpartisipasi dalam tur kelompok atau balapan dengan avatar pengguna lain dalam berbagai lokasi virtual. Dengan menggunakan feedback real-time dari alat sensor, gerakan avatar yang muncul di layar LCD akan tampil sesuai kecepatan kayuh si pengendara di dunia nyata. Selain itu, pengendara sepeda zwift juga bisa berbicara dengan pengendara sepeda lain dengan menggunakan sebuah headset.

Tak lupa, Santoso juga membeberkan beragam tipe dan harga sepeda berteknologi zwift. Jenis indoor trainer yang paling mahal, menurut Santoso, adalah tipe smart trainer, karena resistansinya bisa diatur (dengan built-in power meter) secara wireless dengan menggunakan smart phone dan aplikasi-aplikasi pilihan. Jenis smart trainer ini ada dua, yaitu direct drive (ban belakang dilepas dan langsung ditempel ke lantai) dan deal on (ban belakang tidak dilepas dan menempel pada trainer).

Lalu, kalau bicara merek, ada smart trainer terkenal dengan merek Wahoo Kickr yang harganya sekitar Rp 14,5 juta hingga Rp 20 jutaan. Ada juga trainer lain yang lebih ekonomis seperti Cycle Ops yang harganya di kisaran Rp 2-3 jutaan. “Tentunya trainer yang ekonomis tadi memiliki kekurangan, misalnya tidak bisa membaca power secara akurat dan tidak ada power meter-nya. Selain itu, resistance-nya juga tidak bisa diatur,” paparnya.

Event-Event Nasional dan Internasional 

Selain menggelar launching produkproduk baru dan fun competition, Zwift Indonesia juga acap mengadakan ajang balap sepeda atau gowes santai secara real serta virtual, baik yang bersifat nasional maupun internasional. Acara di tingkat nasional yang pernah digelar antara lain social race, ZID Monthly Challenge Maret 2017, Blue Fire Ijen Challenge 2017, Jawa Pos Bromo Cycling 100 KM 2017, dan lain-lainnya.

Sedangkan acara ber level internasional misalnya Cyclist Tour de France, Korea Bike Tour, dan lain-lainnya.

“Ada juga coaching oleh cyclist dari negara lain. Jadi, semua kebutuhan untuk para cyclist itu ada semua,” ujarnya.

Bukan itu saja. Bahkan acara gowes bareng bertema kegiatan sosial juga acap dilakukan komunitas ini. Misalnya seperti acara yang dilangsungkan beberapa waktu lalu untuk mengenang salah seorang cyclist bernama Sandy Syafiek, produser salah satu tv swasta yang meninggal akibat tertabrak mobil di Jalan Gatot Subroto pada Februari 2018 lalu.

Lantas bagaimana dengan orang-orang yang tertarik ingin menggunakan sepeda zwift tapi tidak mampu atau belum memiliki aplikasinya? Menurut Santoso, saat ini di Indonesia sudah bermunculan pusat-pusat olah raga indoor atau gym yang menyediakan aplikasi sepeda zwift. Bahkan, kata Santoso, sekitar enam bulan terakhir ini, aplikasi sepeda zwift juga sudah mulai muncul di kafe-kafe, misalnya di daerah BSD. “Ini trend baru yang sebenarnya merupakan adaptasi dari trend yang berkembang di luar negeri,” tuturnya.

Share :