Tol Penghubung Menuju Bandara YIA, Sultan HB X Menolak

Jakarta, airmagz.com – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan Hamengku Buwono X, masih menolak rencana pembangunan jalan tol yang direncanakan baka terhubung langsung dengan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport yang berada di Kabupaten Kulon Progo.

Menurutnya, tujuan utama membangun Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport adalah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat di DIY, khususnya di Kulon Progo. Lalu jika jalan tol dibangun, maka warga Kulon Progo masihkah merasakan imbas yang berdampak pada peningkatan ekonomi?

Mengutip sejumlah media online, Sultan memikirkan warga Kulon Progo tak akan mendapat apa-apa jika tol dibangun. “Adanya bandara itu untuk pertumbuhan ekonomi Yogyakarta. Kalau turun dari airport diterima tol, Yogyakarta dapat apa. Kita tidak dapat apa-apa, makan saja tidak,” kata Sultan usai menghadiri acara syawalan di Kulon Progo, Rabu (19/6).

“Kalau tol bermanfaat, mari kita bicara, kalau masyarakat Kulon Progo tidak dapat apa-apa, untuk apa dibangun tol. Apa juga dibangun bandara,” katanya.

Terkait akses menuju tol, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengatakan pihaknya telah menentukan empat jalur utama menuju bandara. Mulai dari Yogya ke Karangnongko Wates yang merupakan jalan nasional, Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS), Jalan Daendels, dan dengan menggunakan kereta api.

Dia menjelaskan, saat ini ke empat jalur utama ke bandara tersebut tengah digarap. Dengan rincian untuk JJLS, sekarang telah dimulai. “Sedang Jalan Daendels, juga tengah diperlebar. Sementara jalan nasional di beberapa titik yang tanahnya luas tengah dibagi dua jalur,” katanya.

Dikabarkan sebelumnya, Sultan sempat menyampaikan sejumlah rencana koneksi jalur darat yang telah disepakati antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah, yang ia sampaikan pada 24 April 2014.

“Kami punya kesepakatan, untuk tol Yogya-Solo-Semarang, itu lewat Bawen-Secang-Borobudur, Borobudur-Yogya, Yogya-Solo,” sambung Sultan.

Selanjutnya adalah outer ring road, Sleman dari Tempel-Prambanan ke selatan, ke barat, ke utara dan menembus Sentolo dengan empat jalur.

“Sentolo langsung Dekso, itu untuk masuk ke Muntilan tembus tol Borobudur-Yogyakarta. Atau juga dari Temon, perbatasan Purworejo, ke utara, ke Dekso, sama,” terang Sultan.

Raja Keraton Yogyakarta ini menambahkan, juga ada kemungkinan pembangunan jalan tol. Yakni dari Jakarta-Bandung melalui jalur Kroya dan sampai Yogya masuk ke Yogya-Solo.

“Sepakat juga bagaimana pengembangan Yogya-Solo, dimungkinkan dari Temon-Prambanan juga ada yang tembus Manisrenggo di Klaten, keluar ke Boyolali, Salatiga. Supaya ini jadi alternatif bagi kawasan wisata untuk lereng Merapi bisa tumbuh,” lanjut Sultan.

Tapi, semua pembahasan Sultan mengenai pembangunan tol di Yogyakarta termasuk akses menuju bandara kala itu masih dalam perencanaan. (IMN/genpi.co)

Share :