Bukit Asam Aktor Utama Pemilik Situs TBO Meraih Warisan Dunia UNESCO

Sawahlunto, airmagz.com – Semua bersorak riang, setelah UNESCO menetapkan situs penambangan Tambang Batubara Ombilin, di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat, masuk dalam map World Heritage, setelah suara Chairman of The World Heritage Commite UNESCO, Mr.Abulfas Garayef, memecahkan suasana sidang kongres ke 43 di Baku, Republika Azerbaijan, beberapa hari lalu (6/7).

Tak hanya delegasi Indonesia yang dampingi Dubes RI untuk Azerbaijan Prof.Dr.H.Husnan Bey Fananie,MA, Deputi Wakil Tetap RI untuk UNESCO Prof.Dr. Surya Rosa Putra, tapi Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, dan Direktur PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin, dan seluruh anak bangsa larut dalam suka cita.
Pada acara peresmian pompa irigasi tenaga surya, Senin (8/7), di tengah terik matahari sedang diatas ubun, di Desa Talawi Mudik, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto, Irwan Prayitno, menyinggung anugerah UNESCO yang di sematkan kepada TBO merupakan buah mimpi sang maestro alm. Amran Nur.

Tapi, Jangan lupa alm.Wako Subari Sukardi, juga berperan besar karena menginisiasi lahirnya Perda No.2 tahun 2001 tentang Sawahlunto Kota Wisata Tambang Berbudaya 2020, dan Wako setelahnya Ali Yusuf yang ikut mempersiapkan seluruh data tentatif yang diminta pihak UNESCO.

Irwan mengatakan, TBO masuk dalam daftar sementara world heritage yang diagendakan ICOMOS dimulai tahun 2015. Namun jauh sebelumnya, berbagai upaya sudah di lakukan dengan pengumpulan data dan seluruh dokumen kelengkapan secara intensif melibatkan berbagai sumber dan lembaga terkait, pakar dan sejarawan dari dalam dan luar negeri.

Foto : Airmagz

Dari rentetatan itu, muncul usulan untuk menambah objek wilayah yang di masukan kerangkaian perjalanan sejarah Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto seperti Kota Padang, Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padang Pariaman dan Kabupaten Tanah Datar.

Dengan masuknya situs TBO sebagai Warisan Dunia UNESCO (2019),maka Tambang Ombilin merupakan yang ke lima setelah Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran (1996) dan Sistem Subak di Bali (2012) yang memperoleh pengakuan badan PBB UNESCO yang menangani masalah pendidikan dan kebudayaan tersebut.

Ditetapkannya TBO sebagai World Heritage akan berdampak besar terhadap pengembangan destinasi wisata di Sawahlunto dan Sumbar, seperti halnya Borobudur, Prambanan yang didatangi banyak orang seperti turis manca negara dan domestik.

“Dampaknya pasti sangat besar bagi Sawahlunto dan Sumatera Barat, sektor industri pariwisata akan hidup apalagi PT Bukit Asam Tbk menyatakan siap untuk membangun hotel dalam mendukung semua itu.

“Orang akan menginap kota ini, warga berdagang makanan dan cendera mata, wiasatawan akan berbelanja, makan direstoran, sementara Pemda mengambil manfaat dari pajak retribusi. Ungkapnya.Irwan, sembarl menambahkan langkah kedepan Pemrov Sumbar dan Pemko Sawahlunto akan buatkan program pemeliharaan dan anggarannya untuk hal itu dengan melibatkan Pemerintah Pusat melalui Kementerian terkait.

Kontribusi PT BA

Direktur Utama PT Bukit Asam Tbk Arviyan Arifin di dampingi Direktur Niaga Adib Ubaidilah, Corporate Secretary Suherman, Corporate Communication Manager Hartono, dan Communication Manager Staff Jefri Sumampow, kepada awak media mengatakan, keberadaan PT Bukit Asam sudah sejak lama di Sumatera Barat, hingga kini masih tetap hadir bersama masyarakat meski kegiatan operasional Unit Pertambangan Ombilin tidak sepert masa emasnya dulu. Namun, perusahaan tetap berupaya ikut serta dalam menjalankan tanggungjawab sosialnya menjadi supporting team utama perjuangan TBO meraih pengakuan sebagai warisan Dunia UNESCO.

Diraihnya pengakuan TBO sebagai Warisan Dunia UNESCO merupkan bentuk kepedulian PT BA terhadap pasca tambang, PT BA melakukan berbagai aktifitas persiapan agar setelah pasca di eksploitasi batubara, Sawahlunto jangan sampai mati. Karena, selama ini Sawahlunto berhgantung dari sektor industri batubara. Sekarang, tutur Arviyan Arifin, dengan anugerah warisan Dunia UNESCO ini, Perekonomian Sawahlunto dan Sumbar kelak akan jauh lebih meningkat dari sektor pariwisata.

“Ini adalah hasil upaya dari Bukit Asam yang kami bangun selama puluhan tahun dalam memperbaiki paca tambang serta membangun pusat destinasi seperti museum tambang, terowongan Mbah Suro, dan Sawah Luwung, lokasi destinasi taman Satwa Kandi, arena balap motor berstandar, dan lainnya, disamping upaaya pemeliharaan bangunan bersejarah tetap utuh yang dipersiapkan sebagai data dan dokumen untuk meraih pengakuan TBO sebagai kota warisan dunia” ungkap Arviyan.

Sekarang, setelah dianugerahkan UNESCO, langkah selanjutnya adalah me-maintenance situs yang ada, sembari intens meningkatkan promosi melalui berbagai event menarik . Tapi ini menjadi domainnya dari Pemko Sawahlunto melalui Dinas Pariwisata setempat bekerjasama dengan Provinsi Sumbar. cara ini memberi peluang ajakan terhadap wisatawan manca negara dan domestik untuk datang ke sawahlunto.

BA Bangun Hotel

Untuk mendukung proyeksi kunjungan wisatawabn akan meningkat setelah TBO masuk Warisan Dunia, perusahaan pelat merah ini akan membangun hotel jadul dengan merevitalisasi pusat Perjkantoran TBO sebagai hotel buintan lima dengan 120 kamar. Untuk persiapan pihak PT BA sepakat bekerjasama dalam pengelolaannya dengan pihak PT HIN (Hotel Indonesia Natour) yang juga merupakan BUMN.

“PT BA akan merevitalkisasi bangunan kantor UPO sebagai hotel dengan 120 kamar dengan mempertahankan bentuk arsitektur banguannya sebagai banguan heritage. PT HIN selaku mitra bertindak sebagai operator bukan pemilik yang akan mengoperasikan seperti halnya jaringan hotel lain. HIN sangat profesional dan punya jaringan luas. Pemiliknya tetap negara dalam hal ini PT Bukit Asam.”tegas Aviryan (IY)

Share :
You might also like