YIA Akan Dilengkapi Terminal Kargo

Jakarta, airmagz.com – Bandara baru Yogyakarta, Yogyakarta International Airport bakal segera dilengkapi terminal kargo untuk domestik dan internasional. Saat ini, maskapai Lion Group dan Garuda Group sudah menyatakan akan memanfaatkan terminal kargo tersebut.

Pelaksana tugas sementara (Plt) General Manager YIA ,Agus Pandu Purnama, gedung kargo tersebut dipersiapkan untuk para pengusaha yang bergerak di bidang kargo. “Kami sudah siap secara operasional peralatan gedung sudah 100 persen bisa digunakan para maskapai penerbangan,” kata Agus Pandu di Kulon Progo, Kamis 11 Juli 2019.

Ia mengatakan, terminal kargo di bandara baru Kulon Progo kini telah selesai dibangun. Adapun kapasitasnya mampu menampung barang hingga 500 ton per hari.

“Terminal kargo ini memiliki kapasitas lebih dari 500 ton per hari, yang terdiri dari kapasitas kargo internasional 200 ton per hari dan domestik 300 ton per hari,” kata Agus. Kapasitas terminal kargo Bandara YIA tersebut meningkat lima kali lipat dibanding  kapasitas di Bandara Internasional Adisucipto. 

Airport Operation and Services Senior Manager PT Angkasa Pura I Nyoman Noer Rohim, mengatakan belum adanya maskapai yang memanfaatkan fasilitas ini karena YIA belum beroperasi penuh. Di samping itu YIA juga baru mengakomodasi penerbangan khusus penumpang.

Noer memastikan fasilitas yang ada sudah siap digunakan. Di antaranya mesin timbang, ruang penyimpanan barang, hingga yang berbeda dibandingkan terminal kargo di Adisucipto, yakni keberadan ruang penampungan jenazah.

Seperti diketahui, angka ekspor DIY sampai saat ini tergolong kecil. Mahalnya biaya ekspor akibat belum adanya pelabuhan atau bandara yang memadai, membuat  ekspor dilakukan melalui terminal ekspor di daerah lain seperti Surabaya, Semarang  juga Jakarta. Satu-satunya terminal ekspor di DIY hanyalah Bandara Internasional Adisucipto. Namun kapasitas kargo di bandara ini cukup kecil.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan secara kumulatif, nilai ekspor DIY selama Januari-Mei 2019 mencapai 173,2 juta dolar AS atau menurun 6,43 persen dibanding periode yang sama 2018. Selama periode Januari – Mei 2019, Amerika Serikat, Jerman, dan Jepang menjadi pangsa pasar terbesar mencapai 56,81 persen. (IMN/Tempo.co)

Share :